- Tidak semua barang dari China bebas impor. Banyak produk masuk kategori LARTAS dan wajib izin khusus agar tidak tertahan di Bea Cukai.
- Kosmetik, elektronik, fashion, mainan anak, serta makanan adalah kategori paling sering dibatasi dan memerlukan BPOM, SNI, atau izin teknis lain.
- Mengabaikan aturan impor berisiko menyebabkan barang ditahan, denda, kerugian logistik, hingga penolakan masuk oleh Bea Cukai.
- Impor aman dimulai dari HS Code yang tepat, cek status LARTAS, siapkan izin sejak awal, dan gunakan jasa importir berpengalaman.

Indonesia merupakan salah satu negara tujuan utama impor China. Mulai dari pelaku UMKM, seller marketplace, hingga importir skala besar memanfaatkan produk China karena harganya kompetitif dan variannya sangat beragam. Namun, tidak semua barang dari China bisa masuk ke Indonesia dengan bebas.
Ada sejumlah barang impor China yang dibatasi (LARTAS – Larangan dan Pembatasan) yang wajib dipahami agar proses impor tidak bermasalah di Bea Cukai. Artikel ini disusun sebagai panduan praktis bagi importir yang tertarik impor dari China.
Daftar Isi
Apa Itu LARTAS dalam Impor China?
LARTAS adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang mengatur barang tertentu yang dilarang atau dibatasi impornya. Barang yang masuk kategori LARTAS tidak dapat diimpor secara bebas tanpa memenuhi persyaratan khusus, seperti izin teknis, sertifikasi, atau persetujuan instansi terkait.
Tujuan diberlakukannya LARTAS antara lain:
- Melindungi industri dalam negeri
- Menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen
- Mengontrol peredaran barang yang berisiko
Dalam praktik impor China, ketidaktahuan terhadap LARTAS sering menjadi penyebab utama barang tertahan di Bea Cukai.
Daftar Barang Impor China yang Dibatasi
Berikut beberapa kategori barang impor China yang paling sering terkena pembatasan dan membutuhkan izin khusus.
1. Kosmetik & Skincare

Produk kosmetik dan skincare dari China termasuk kategori yang paling ketat pengawasannya. Barang seperti skincare, make up, body care, dan hair care wajib memiliki izin edar dari BPOM. Banyak importir juga menjadikan China sebagai sumber produk kosmetik karena variasinya luas dan tren produknya cepat berkembang. Kamu bisa melihat referensi populer melalui daftar brand kosmetik China yang sudah banyak beredar di pasar.
Persyaratan umum:
- Notifikasi BPOM
- Label berbahasa Indonesia
- Informasi komposisi dan fungsi produk
Tanpa izin tersebut, barang berisiko ditahan atau ditolak masuk.
2. Barang Elektronik & Peralatan Listrik
Produk elektronik dari China wajib memenuhi standar keselamatan nasional. Banyak barang elektronik yang terkena pembatasan karena belum memiliki sertifikasi yang sesuai.
Contoh barang:
- Lampu LED
- Peralatan rumah tangga listrik
- Komponen listrik dan mesin
- Umumnya membutuhkan:
- Sertifikat SNI
- Dokumen teknis sesuai jenis produk
3. Tekstil, Pakaian & Alas Kaki

Produk fashion dari China seperti pakaian, tas, dan sepatu juga termasuk barang impor China yang dibatasi. Kategori ini diawasi untuk melindungi industri tekstil dalam negeri.
Beberapa persyaratan yang bisa berlaku:
- Persetujuan Impor (PI)
- Laporan Surveyor (LS)
- Ketentuan kuota impor tertentu
4. Mainan Anak
Mainan anak wajib memenuhi standar keamanan karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan anak.
Syarat umum:
- Sertifikasi SNI mainan anak
- Bebas dari bahan berbahaya
- Dokumen uji laboratorium
Tanpa dokumen ini, mainan impor dari China sangat rentan ditahan di pelabuhan.
5. Makanan, Minuman & Suplemen
Produk konsumsi dari China seperti makanan kemasan, minuman kesehatan, dan suplemen juga termasuk kategori yang dibatasi.
Biasanya memerlukan:
- Izin edar BPOM
- Dokumen keamanan pangan
- Informasi label yang lengkap
Impor produk konsumsi tanpa izin resmi berisiko penolakan dan pemusnahan barang.
Risiko Jika Mengabaikan Aturan Impor China
Mengimpor barang China tanpa memperhatikan aturan LARTAS dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti:
- Barang tertahan atau disita Bea Cukai
- Kerugian biaya logistik dan penyimpanan
- Denda administratif
- Keterlambatan distribusi dan penjualan
Karena itu, pemahaman regulasi menjadi kunci utama kelancaran impor.
Tips Aman Impor China Agar Tidak Bermasalah
Agar proses impor barang dari China berjalan **lancar, aman, dan sesuai aturan**, sebaiknya perhatikan beberapa hal penting berikut:
1. Pastikan HS Code Barang Sesuai dengan Jenis Produk
HS Code adalah kode klasifikasi internasional untuk setiap jenis barang. Kode ini menentukan tarif bea masuk, pajak impor, dan juga apakah barang termasuk kategori *restricted/larangan*. Kamu bisa mengeceknya melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW) dan memastikan klasifikasinya benar.
2. Cek Status LARTAS/Larangan & Pembatasan Sebelum Membeli
Barang tertentu diatur oleh peraturan pemerintah Indonesia sebagai barang larangan atau membutuhkan izin khusus sebelum diimpor. Ini penting agar barang tidak tertahan di bea cukai.
3. Siapkan Semua Izin dan Sertifikasi Sejak Awal
Untuk beberapa jenis barang seperti makanan, kosmetik, alat kesehatan, atau produk elektronik tertentu, dibutuhkan izin teknis (BPOM, SNI, dan lain-lain). Siapkan dokumen ini dari awal agar tidak terjadi penolakan saat proses customs clearance.
4. Gunakan Jasa Importir atau Konsultan Berpengalaman
Jika kamu baru pertama kali import, memilih jasa profesional akan sangat membantu — mereka terbiasa mengurus dokumen seperti Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Bill of Lading, hingga perizinan khusus melalui solusi impor yang disesuaikan dengan jenis barang dan kebutuhan bisnismu.
5. Kelola Dokumen dan Komunikasi dengan Supplier Secara Rapi
Kelengkapan dokumen seperti invoice, packing list, Bill of Lading, serta komunikasi yang jelas dengan supplier akan mempercepat proses impor dan meminimalisir risiko pemeriksaan yang panjang.
Untuk panduan langkah-demi-langkah tentang cara, persyaratan, dan alur lengkap impor barang dari China ke Indonesia, kamu bisa membaca panduan lengkap cara import barang dari China yang membahas proses impor dari tahap riset supplier, pengurusan dokumen, hingga clearance Bea Cukai, sehingga cocok untuk pemula maupun pebisnis yang ingin impor lebih aman dan terstruktur.
Kesimpulan
Impor China menawarkan peluang besar, tetapi juga memiliki risiko jika tidak memahami regulasi yang berlaku. Dengan mengetahui daftar barang impor China yang dibatasi, importir dapat menghindari masalah hukum dan kerugian bisnis.
Pastikan setiap proses impor dilakukan sesuai aturan, dokumen lengkap, dan didukung sistem manajemen yang baik agar bisnis impor dapat berkembang secara berkelanjutan.
*Artikel ini hasil kerja sama Barantum dan Asia Commerce
Tertarik dengan Barantum?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang Barang Impor China
Apa itu LARTAS dalam impor barang dari China?
LARTAS adalah kebijakan larangan dan pembatasan impor untuk barang tertentu yang mewajibkan izin, sertifikasi, atau persetujuan instansi terkait sebelum masuk Indonesia.
Apa saja contoh barang impor China yang dibatasi di Indonesia?
Beberapa barang impor China yang dibatasi meliputi kosmetik, elektronik, tekstil, alas kaki, mainan anak, serta makanan dan minuman.
Mengapa barang impor dari China bisa tertahan di Bea Cukai?
Barang impor bisa tertahan karena tidak memenuhi ketentuan LARTAS, seperti tidak memiliki izin BPOM, sertifikat SNI, atau kesalahan klasifikasi HS Code.
Apa risiko jika mengimpor barang China tanpa izin resmi?
Risikonya antara lain barang disita atau ditahan Bea Cukai, denda administratif, kerugian biaya logistik, hingga penolakan atau pemusnahan barang.
Bagaimana cara impor barang dari China agar tidak bermasalah?
Pastikan HS Code sesuai, cek status LARTAS, siapkan izin sejak awal, lengkapi dokumen impor, dan gunakan jasa importir atau konsultan berpengalaman.