ANDA PELAKU BISNIS STARUP, PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA MAJU PESAT ATAU TUTUP ALIAS BANGKRUT

ANDA PELAKU BISNIS STARUP, PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA MAJU PESAT ATAU TUTUP ALIAS BANGKRUT

Perkembangan bisnis starup semakin hari makin menunjukkan performance terbaiknya.  Setidaknya hingga memasuki tahun 2021 kondisi bisnis starup menjadi salah satu incaran para investor dalam mengucurkan pendanaannya.  Dimana kita bisa melihat beberapa sektor bisnis starup yang cukup jadi primadona seperti : Healthtech, Edutech, Logistic dan eGrocery. Sedangkan sektor yang akan berkembang cukup baik adalah Beautytech, Foodtech.

 

Sebenarnya melihat perkembangan dan kondisi yang saat ini terjadi dalam bisnis starup ada beberapa hal menarik yang bisa jadi perhatian para pelaku bisnis starup di Indonesia. Khususnya bagi mereka yang saat ini sedang menjalankan bisnis starup atau mereka yang ingin melakukan  kolaborasi bisnis dengan perusahaan starup :

  1. Bahwa model platform dagang elektronik (e-commerce) masih akan tetap banyak di minati oleh konsumen  pada tahun 2021.
  2. Bahwa sektor bisnis turunan seperti model digitalisasi warung juga tetap diminati investor.
  3. Bahwa pemodal tetap tertarik masuk ke sektor logistik, dasarnya karena perkembangan e-commerce memberi sentimen positif bagi sektor tersebut
  4. Bahwa sektor pendidikan dan kesehatan masih terus diminati investor 2021. Pasalnya, kebutuhan pembelajaran daring dianggap masih diterapkan hingga keadaan mulai mereda.

Itulah kondisi yang terjadi pada industri starup  tahun 2021, sedangkan mengenai potensi atau kendala yang mungkin akan terjadi disepanjang  tahun 2021 dalam bisnis adalah :

  1. Kondisinya adalah bahwa starup bidang kesehatan, fintech,  dan tentunya e-commerce kemungkinan akan saling melakukan merger dan akuisisi, untuk memperkuat posisinya di Sedangkan untuk starup yang  besar seperti Gojek, Tokopedia, serta Traveloka  stratgei yang akan mereka jalankan adalah dengan IPO.
  2. Masih ada kemungkinan starup yang  baru atau yang sudah ada akan menghadapi potensi terjadinya gulung tikar hingga akhir 2021.  Karena mereka hanya asik bergantung dengan pendanaan yang berasal dari  investor tanpa adanya pengembangan.
  3. Sekalipun memang hingga tahun 2020, investor masih terus melakukan pengucuran dana seperti ke beberapa  perusahaan rintisan seperti : Hangry US$3 juta, Kopi Kenangan US$ 109 juta, YummyCorp US$12 juta, Mangkokku dan Haus! masing-masing US$2 juta,

WHATSAPP  CRM  MENDUKUNG KINERJA PERUSAHAAN STARUP UNTUK BERKEMBANG

Baca juga artikel berikut   : WHATSAPP CRM, STRATEGI CERDAS PENGELOLA BISNIS UNTUK MENINGKATKAN OMZET PERUSAHAAN

Namun sayang, bagusnya kondisi yang ada di bisnis starup baik secara perkembangan jumlah starupnya hingga valume nilai investasi yang ada di dalamnya kurang didukung dengan kondisi yang ada di dalam internal perusahaan starupnya sendiri. Dimana beberapa hal yang saat ini menjadi  kendala dalam pengembangannya bisa di jelaskan dalam beberapa  hal.  Seperti misalnya perusahaan  kesulitan untuk melakukan sistem komunikasi bisnis yang bagus serta kesulitan untuk mengoptimalkan potensi konsumen yang ada di pasar agar bisa menjadi loyal customer.

Padahal untuk mengoptimalkan potensi bisnis yang mereka miliki, saat ini industri sudah mengenal yang namanya Whatsapp CRM.  Kombinasi dari strategi komunikasi bisnis dengan sistem  pengelolaan database customer yang cukup menarik untuk di jalankan oleh pebisnis starup. Jika strategi Whatsapp CRM ini bisa di jalankan dengan baik maka kecil kemungkinan perusahaan rintisan ( starup mengalami kendala hingga akhirnya tutup). Karena  Whatsapp CRM bisa di jadikan media awal  untuk perusahaan merencanakan strategi market  yang lebih optimal.  Karena saat  ini minimal ada 4  hal yang masih perlu dicarikan solusi terbaik agar perkembangan bisnis starup bisa menunjukan performa terbaiknya di Indonesia.

Pertama People-Firt : perusahaan bisa di katakan sukses jika karyawan dan pelanggannya merasa puas dengan service dan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Namun nyatanya hingga saat ini belum semua perusahaan starup mampu melakukannya. Kedua Alignmnet : masalah internal kadang juga bisa menjadi salah satu kendala dalam pengembangan sebuah bisnis. Seperti juga dalam bisnis starup. Banyaknya departemen yang mesti terintegrasi dari mulai PM, engineering, penjualan, pemasaran, keuangan, HR customer support dan lainnya. Memang pada akhirnya semua divisi tersebut selain harus terintegrasi dalam satu sistem yang jelas. Juga semua divisi tersebut mesti memiliki  visi dan misi yang sama agar apa yang di harapkan founder  bisa terwujud. Namun sayang  terkadang hal itu masih agak sulit di capai.

Ketiga Disiplin : ini juga menjadi salah satu culture budaya yang tidak mudah untuk di selaraskan. Karena jika kita mengacu pada kondisi yang ada di luar negeri, toh masalah disiplin terlebih yang berhubungan dengan  pakaian kerja jarang menjadi satu perbincangan yang serius. Karena mereka lebih suka bekerja dengan kondisi pakaian yang nyaman merunut mereka. Keempat Back to basic : Dengan semakin maju dan berkembangnya bisnis starup, maka satu hal  yang tidak boleh di tinggalkan adalah masalah fundamental. Dimana semua karyawan mesti fokus dengan landasan fundamental yang di bangun oleh founder di awal pendirian perusahaanya.

APLIKASI WHATSAPP CRM, SOLUSI DARI KE-4 MASALAH YANG ADA DI BISNIS STARUP

integrasi whatsapp api dengan barantum crm

Sejatinya sebuah tool atau alat adalah media perantara yang biasanya di pergunakan untuk menunjang kesuksesan sebuah usaha. Sama halnya dengan aplikasi WHATSAPP CRM. Aplikasi ini sekarang sudah menjadi salah satu terobosan penting dalam bisnis starup dan beberapa bisnis lainnya.  Kenapa, karena aplikasi ini mampu memberikan 2 keunggulan yang memang dibutuhkan oleh perusahaan.

Aplikasi WHATSAPP CRM jika di kombinasikan dengan Call Centre akan menjadi satu strategi jitu untuk perusahaan termasuk starup. Karena integrasi yang di hasilkan dari ke-2 sistem  itu mampu  untuk meng-create team sales dan marketing agar bisa lebih optimal dalam bekerja. 2). Aplikasi CRM mampu merapihkan semua laporan yang di butuhkan oleh perusahaan. Dengan cara seperti ini maka aplikasi CRM mampu menjadi report yang baik tidak saja untuk perusahaan tapi juga untuk klien yang dilayaninya. Itulah kenapa,  pada akhirnya apalikasi CRM dan Call Centre ini selalu berjalan beriringan.

Namun sekalipun kedua hal tersebut telah dilakukan. Ada beberapa hal yang mesti mendapatkan perhatian khusus untuk memastikan bahwa aplikasi WHATSAPP CRM secara nyata memang  bisa menjadi terobosan penting bagi kemajuan sebuah perusahaan starup. 3 hal penting yang menjadi kunci dalam mengaplikasikan sebuah sistem berbasis CRM adalah : Manusia-nya, Proses-nya dan tentu saja Teknologi-nya. Dalam konteks  ini CRM bisa menjadi supporting utama bagi aktivitas customer service  yang ada di sebuah perusahaan. Karena memang basic supporting dari sistem CRM adalah menjadikan customer atau klien menjadi loyal customer.

Setidaknya ada 6 point utama yang terdapat pada sistem CRM agar bisa berjalan secara maksimal. Dimana ke-6 komponen tersebut adalah : 1) Call Routing 2)Contract Center Sales Support 3)Web Base Self Service  4)Customer Satisfaction Measurement 5) CallScripting  6) Workforce Management . Itulah inti dari penerapan aplikasi CRM yang akan membuat kinerja perusahaan menjadi lebih maksimal.  Karena bagaimanapun juga sebuah sistem di bangun sebagai sarana untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik dan tercapai apa yang menjadi tujuan perusahaan.

Setelah semua hal tercukupi, maka langkah kongkrit selanjutnya adalah bagaiamana integrasi yang ada di dalamnya bisa terkoneksi dengan 2 hal yang menjadi kunci dari semua hal yang telah dijelaskan diatas. Pertama adanya dukungan penuh dari perusahaan/pimpinan (Implementasi sistem CRM merupakan suatu perubahan yang cukup signifikan dalam organisasi. Oleh karena itu, sistem CRM ini butuh dukungan penuh dari pemimpin ). Kedua Pemahaman bisnis yang benar dari semua komponen pendukung perusahaan. (Supaya implementasi berjalan lancar, maka mindset service oriented harus terpatri terlebih dahulu. Pahami bagian mana saja yang menjadi aspek customer touch point yang penting. Sehingga, seluruh aspek customer touch point mengkomunikasikan pesan yang konsisten, dan organisasi dapat menjalin hubungan dengan pelanggan secara lebih baik).

 

 

 

 

 

 

 

In this article

Join the Conversation

seventeen − 9 =