7 Cara Jualan Agar Pelanggan Membeli Produk Anda

Kita akan membahas beberapa cara jualan dengan teknik pemasaran yang cukup umum, dan kemudian akan kita kembangkan ide tentang “lingkaran emas” yang akan menjelaskan bagaimana beberapa perusahaan, seperti Barantum.com yang menjadi memelopori Industri CRM Indonesia misalnya, membuat penjualan mereka murni berdasarkan inspirasi.

Jika Anda bertanya pada pengusaha bagaimana cara jualan mereka, kenapa pelanggan mau beli produk atau layanan mereka, kebanyakan jawabannya pasti : karena kualitas tinggi, fungsinya, harganya atau layanan pelanggan yang menyertainya. Oke, tapi kira – kira apayah yang benar-benar unik tentang apa yang Anda jual yang membuat orang mendatangi Anda? Seperti yang kita semua tahu, selalu mungkin untuk menemukan produk dan layanan serupa.

Manipulasi vs. Inspirasi


Menurut Simon Sinek, ada dua cara untuk mempengaruhi perilaku manusia. Kamu bisa:

Memanipulasi atau Menginspirasi

Di semua bidang, baik itu dalam bisnis atau politik, tehnik manipulasi digunakan untuk meyakinkan Anda untuk membeli, mendukung atau memilih. Baik atau buruk, manipulasi adalah alat yang efektif.

Cara Jualan dengan Tehnik Pemasaran Manipulasi

Berbagai alat pemasaran digunakan untuk memengaruhi keputusan pembelian.

1 – Harga : Kurangi harga Anda cukup rendah sehingga orang akan membeli. Meskipun efektif, cari ini bisa menjadi mahal, karena pelanggan menjadi terbiasa membayar lebih sedikit dan sulit untuk mengembalikan ke harga aslinya. Mengapa membayar lebih jika Anda bisa menunggu dan membayar lebih sedikit untuk produk yang identik?

2 – Promosi : Ini adalah manipulasi umum. Namun, teknik ini kadang-kadang terlihat menyulitkan. Misalnya, beberapa perusahaan akan menawarkan kupon, tetapi Anda bertanggung jawab untuk mengirim bukti pembayaran, mengirim barcode yang ada pada kemasan, dsb. Untuk bisa di ikut sertakan dalam promosi tersebut. Hampir 40% konsumen tidak pernah benar-benar mendapatkan promosi itu karena mereka salah mengisi informasi, atau tidak mengikuti ketentuan promosi. Namun, dengan apabila belanja online, akan menjadi mudah, karena tinggal memasukan kode promosi sebelum kita menyelesaikan pembelian.

3 – Kekhawatiran : Banyak digunakan oleh media, wartawan menarik perhatian, misalnya, bencana di suatu tempat di dunia untuk menjangkau audiens mereka, mencari kesamaan lokal dan menyiratkan bahwa bencana ini bisa saja terjadi pada Anda! Nah Dalam penjualan, kami beri contoh misalkan produk perawatan kulit wajah; kami memperingatkan Anda tentang apa yang bisa terjadi jika Anda tidak menggunakan layanan atau produk tertentu. Kami menunjukkan kepada Anda kerusakan pada kulit, jika Anda tidak menggunakan Cream wajah tertentu, dll. Disitu kita bisa lihat bahwa kami menggunakan ketakutan Anda akan konsekuensi negatif untuk memotivasi keputusan pembelian Anda.

4 – Aspirasi : Jika pada tekhnik di atas ketakutan memotivasi kita untuk menjauh dari sesuatu yang negatif, maka tehnik aspirasi mendorong kita untuk bergerak menuju sesuatu yang lebih baik. Ini efektif untuk orang yang ingin merubah sesuatu dalam hidup mereka, tetapi tidak memiliki keinginan untuk melakukannya. Di area ini, Produk Diet adalah contoh terbaik. Mereka menunjukkan kepada Anda contoh tubuh yang sempurna dan berpendapat bahwa jika Anda melakukan pola diet dengan meminum suplemen tertentu, maka Anda akan bisa mengurangi berat badan atau mendapatkan bentuk tubuh yang ideal menurut Anda.

5 – Influencer / Advokasi : Teknik ini mempengaruhi konsumen dengan menunjukkan bahwa para ahli atau selebritas menggunakan produk X. Jadi, jika itu baik untuk mereka, maka Anda pasti akan berpikir itu juga baik untuk Anda. Kami mempercayai iklan ini tidak hanya karena kami percaya bahwa para ahli tentu benar, tetapi juga karena kami khawatir bahwa kami mungkin salah. Misalnya, di social medianya, Produk X menggunakan rekomendasi ahli science dan selebriti. Jadi karena semua orang tampaknya setuju, maka mari kita beli produknya!

6 – Baru : Tidak perlu bingung dengan inovasi. Pembaruan adalah adaptasi dari suatu produk yang dicapai dengan menambahkan fitur. Inovasi adalah penciptaan produk yang mengubah wajah dunia, misalnya, Internet, microwave, telepon, dll. Penambahan kamera pada ponsel bukanlah inovasi; itu adalah penambahan fungsi. Jadi, sebenarnya kita melihat iklan yang menampilkan produk “baru dan lebih baik”. Tapi bukan inovasi.

Cara Jualan dengan Manipulasi Berfungsi, tapi bagaimana biayanya?

Cara Jualan dengan tehnik Manipulasi bisa menjadi taktik yang baik karena berpotensi membuat volume transaksi yang lebih besar, tetapi manipulasi tidak menciptakan pelanggan yang loyal. Jadi teknik manipulatif adalah teknik yang harus terus-menerus diterapkan, dan karena itu biayanya bisa menjadi mahal.

“Ada perbedaan antara bisnis yang berulang dan kesetiaan”. Pelanggan tetap akan melakukan bisnis dengan Anda beberapa kali (mungkin awalnya tertarik dengan teknik manipulasi). Namun, jenis pelanggan ini dapat dengan mudah terpikat oleh teknik manipulatif pesaing. Ketika seorang pelanggan setia, dia akan melakukan bisnis dengan Anda bahkan jika ia memiliki penawaran lain untuk harga yang lebih baik atau produk yang lebih baik. Pelanggan yang loyal tidak membuang waktu untuk meneliti atau mendengarkan penawaran dari pesaing. Menurut Anda, jenis klien apa yang paling diinginkan? Pelanggan tetap atau pelanggan setia?

Cara Jualan Dengan Tehnik Inspirasi

Ada yang namanya teori “lingkaran emas” yang menunjukkan bagaimana beberapa pemimpin telah mampu menginspirasi, daripada memanipulasi orang untuk bertindak. Misalnya, kita bisa lihat orang memiliki hubungan yang erat dengan produk CRM yang dibuat oleh Barantum.com, sehingga beberapa pengusaha bahkan yang memimpin beberapa perusahaan, semuanya menggunakan software CRM dari Barantum.com.

“Lingkaran emas” membantu menjelaskan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Temukan alasan “mengapa” Anda dan Anda akan dapat menginspirasi pelanggan dan karyawan Anda hingga mereka menjadi loyal.

Perusahaan biasanya akan menjual apa yang mereka lakukan / sediakan, tetapi lupakan “mengapa.” Namun itu adalah kemampuan untuk mengartikulasikan “mengapa” yang membuat kita melakukan bisnis dengan satu perusahaan di atas yang lain. Contoh; Apple secara efektif memanfaatkan pesan yang memiliki dampak lebih besar daripada kebanyakan merek lain. Misalnya, pabrikan memberikan pesan berikut tentang pemutar MP3: “pemutar mp3 5GB.” Untuk produk yang sama, pesan Apple adalah: “1000 lagu di saku Anda.” Yang pertama mengatakan “Apa”, yang kedua mengatakan “Mengapa” “

Untuk mempelajari lebih lanjut, silahkan daftar free trial CRM selama 14 hari pada link berikut ini Contoh Aplikasi CRM

Jangan lupa baca : Statistik Sales yang akan membantu Anda menjual lebih cerdas di 2019

In this article

Join the Conversation

eleven + four =