KONDISI TERKINI INDUSTRI PERBANKAN di ERA INDUSTRI 4.0 ( Whitepaper )

perbankan industri 4.0

KONDISI TERKINI INDUSTRI PERBANKAN DI ERA INDUSTRI 4.0

(WHITEPAPER)

Bicara soal perubahan yang terjadi dalam industri perbankan di tanah air. Hal itu tidak terlepas dari kondisi yang saat ini terjadi khususnya menyangkut perkembangan teknologi yang  ada di tanah air. Ada beberapa hal menarik yang bisa kita amati sebagai dasar terjadinya  tren dalam industri perbankan : (1) Dengan jumlah populasi Indonesia yang berada di angka 272 juta jiwa, saat ini ada sekitar 338  juta ( 124%) mobile phone yang aktif. (2) Dari angka tersebut tercatat 175 juta (64%) adalah pengguna internet aktif dengan jumlah pengguna aktif media sosial berjumlah 160 juta (59%).


Dari kondisi tersebut, wajar jika pada akhirnya saat ini terjadi perubahan  yang cukup signifikan dalam aktivitas yang berhubungan dengan bisnis perbankan. Ambil contoh yang terjadi pada BCA. Dari data yang ada ternyata 75% transaksi yang ada berasal dari digital mobile dan internet banking. Dimana kondisi itu jelas berdampak pada tingkat kunjungan orang ke ATM yang menurun drastis dari 71% hingga hanya mencapai 17%.

Faktor lain yang mendukung kondisi diatas adalah, saat ini Indonesia masuk dalam 10 terbesar pertumbuhan e-commerce di dunia dengan tingkat pertumbuhan 78%. Sehingga tidak salah jika prediksi dari Kominfo  bahwa pada tahun 2020 ini proyeksi nilai transaksi e-commerce di Indonesia bisa mencapai angka Rp130 milliar.

INDUSTRI PERBANKAN DALAM PERSPEKTIF INDUSTRI 4.0

Dari apa  yang bisa kita lihat perkembangan yang terjadi di  Indonesia, terlebih saat ini Indonesia sedang masuk fase Era Industri 4.0. Maka bisnis di sektor perbankan tidak  lagi bisa mengandalkan kondisi seperti masa sebelum terjadinya Era Industri 4.0. Dimana konsep bisnis yang di jalankan dengan sistem konvensional harus sudah mulai di ubah menjadi  bisnis yang mengutamakan integrasi sistem dan  teknologi.

Kenapa, karena saat ini dengan  begitu gencarnya perkembangan yang terjadi dalam industri  teknologi. Semua hal yang berhubungan dengan Teknologi, Pasar,  Konsumen dan Ekosistem bisnis yang ada di sektor perbankan  sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dimana saat ini  Perbankan tidak bersaing dengan perbankan lainnya. Tetapi yang  terjadi adalah, mereka bersaing dengan  Financial Technology ( Fintech) yang  perkembangannya cukup masif.  Jadi bisa di katakan saat ini Perbankan telah masuk dalam Era Digital Banking System yang office-less dan sudah harus bertranspormasi ke bentuk  digital.

TREN PENGEMBANGAN BISNIS PERBANKAN DI ERA  INDUSTRI 4.0

tren industri perbankan

Dengan kondisi seperti saat ini, apa yang mesti di lakukan oleh sektor perbankan.  Setidaknya ada beberapa perubahan yang mesti dilakukan agar bisnis yang mereka jalankan  tidak tergilas dengan kondisi yang ada :

  • Perbankan harus melakukan kerjasama dengan pelaku bisnis Fintech atau membuat divisi Fintech tersendiri.
  • Membangun model bisnis dengan berpegang pada sistem digitalisasi system. Konsekuensinya adalah sudah pasti peran manusia akan di kurangi, sehingga cost operasional bisa di hemat secara signifikan.  Jika hal ini akan di jalankan oleh perbankan, maka tidak hanya komitmen manajemen dalam memperkuat infrastruktur yang mesti di ubah, tetapi perlu juga dalam mengubah kesiapan manajemen terkait  sistem organisasi, pola  kerja  dan kebutuhan skill dari SDM yang ada.
  • Ini salah satu hal yang penting, dimana sektor perbankan mesti pandai – pandai dalam menggunakan data analytics yang di milikinya. Dimana dengan data mentah  yang begitu banyak di miliki sektor perbankan sejatinya mereka bisa lebih unggul dari bisnis Fintech
  • Dan yang terakhir sudah pasti, SDM di sektor perbankan yang ada mesti mampu mengoptimalkan Digital Marketing sebagai salah satu tools  yang sangat berguna dalam  Era Digitalisasi sektor Perbankan.

 

BARANTUM  DALAM KONTEKS INDUSTRI PERBANKAN DI ERA INDUSTRI 4.0

Integrasi sistem antara pemanfaatan teknologi dan sistem perbankan yang  sudah masuk dalam perspektif digitalisasi sistem perbankan. Pada akhirnya perbankan tidak hanya sekedar melihat semua itu sebatas Layanan Online dan Mobile Banking. Tetapi lebih dari itu, perbankan mesti  bisa melakukan inovasi dan pengembangan berbagai produk baru yang konsepnya bersumber dari penggabungan  teknologi digital dengan sumber data interaksi perbankan dengan customer atau mitra dari sektor perbankan.

Berdasarkan tujuan itulah, Barantum sebagai salah satu pelaku bisnis dalam industri CRM dan Call Center merasa perlu mencoba memberikan satu perspektif baru bagi bisnis perbankan yang ada di Indonesia. Perannya yang lebih banyak berfungsi untuk memaksimalkan kinerja dari SDM yang  ada  dengan tujuan mengoptimalkan customer dan mitra dari perbankan yang bersangkutan. Maka Barantum bersedia untuk menjadi mitra strategis perbankan dalam  hal ingin mengubah konteks bisnisnya menjadi Digitalisasi System Perbankan Moderen.

Ada  beberapa hal yang bisa di lakukan Barantum  guna mendukung perbankan menuju konsep digitalisasi sektor perbankan :

  • Barantum mampu memberikan satu tools yang akan membuat kinerja team sales dan marketing bekerja lebih baik dengan aplikasi CRM-nya
  • Barantum mampu mengoptimalkan segala sumber yang menjadi ujung tombak dari komunikasi antara perbankan dan customernya dengan pemanfaatan teknologi. Hal yang dilakukan Barantum adalah mengembangkan aplikasi CRM-nya dengan model omni system, yaitu 1 sistem dengan banyak aplikasi komunikasi yang terintegrasi di dalamnya.
  • Barantum dengan  aplikasi CRM & Call Centernya, bisa menjadi sumber pendapatan atau penghasilan baru bagi perbankan. Karena sistem ini mampu menjadi tools yang efektif untuk merencanakan dan memprogram apa saja aktivitas dan kegiatan yang bersumber dari database customer atau mitra dari sektor perbankan
  • Barantum dengan fitur-fiturnya bisa memberikan satu efektifitas kerja yang berguna bagi bisnis perbankan. Kenapa, karena dengan model kerja yang lebih efektif dan efisien, maka kinerja bisnis perbankan yang bersangkutan bisa di tingkatkan.
  • Barantum bisa menjaga disiplin dan produktivitas seluruh SDM yang ada di sektor perbankan. Karena integrasi sistem dan pola kerja yang ada membuat sistem ini mampu mengorganisir SDM yang ada dengan lebih baik.

 

SOLUSI TERBAIK DALAM INDUSTRI PERBANKAN DI ERA INDUSTRI 4.0

Dengan semua hal yang telah di jelaskan diatas, solusi terbaik yang mesti dan harus di jalankan oleh  bisnis perbankan dalam kondisi seperti ini, dimana Era Industri 4.0 sudah mesti di jalankan adalah :

  • Perbankan harus melihat adanya pola konsumsi dan keinginan masyarakat yang menginginkan semua hal serba cepat
  • Perkembangan dalam industri Fintech mesti di siasati dengan cukup baik. Karena saat ini pola aktivitas dalam sistem pembayaran maupun pendanaan atau peer-to-peer (P2P) lending sudah begitu masif menggunakan Fintech.  Wajar jika angkanya saat ini dalam bisnis Fintech dari tahun 2016 menuju 2017 naik sekitar 24,6% atau dari Rp15,6 miliar menjadi Rp18,6 miliar.  Hal itu terjadi karena saat ini segmen dari aktivitas customer seperti consumer banking, fund transfer, payment, investment, dan wealth management akan menjadi tren yang terjadi pada perbankan digital hingga 2020.
  • Masalah faktor kepercayaan akan keamanan yang digunakan oleh flatform digital banking akan menjadi hal utama yang di perhatikan oleh customer dan mitra perbankan lainnya.
  • Tentunya peran pemerintah terkait dalam hal ini Bank Indonesia atau Kementerian  Keuangan dan OJK dalam hal pengaturan / regulasi menjadi satu hal penting yang mesti selalu diantisipasi oleh pelaku bisnis perbankan
  • Dan satu hal terakhir yang akan membuat bisnis perbankan lebih maju dan berkembang dalam Era Industri 4.0 dan model Digitalisasi Sistem  Perbankan Modern adalah bagaimana pihak manajemen perbankan mampu mengembangkan karakteristik customer atau klien utama perbankan  sehingga hal itu bisa lebih berkembang dari apa yang saat ini sudah ada.

Jika hal itu bisa dilakukan oleh pelaku industri perbankan, maka artinya Digitalisasi Sistem Perbankan Modern telah berjalan sesuai dengan arah yang benar dan menguntungkan pelaku bisnis perbankan di Indonesia pada khususnya.

 

In this article

Join the Conversation

7 − 3 =