Apa itu perusahaan B2B dan perbedaannya dengan B2C?

Tidak ada perusahaan atau bisnis yang tidak memiliki strategi. Semua tentu memilikinya, apalagi di masa kini di mana persaingan makin pelik. Menentukan target pasar, membangun brand awareness, hingga membangun kepercayaan pelanggan atau pihak yang bekerja sama, semuanya membutuhkan strategi.

Ada dua jenis dasar bisnis yang harus Anda ketahui terlebih dahulu. Business to Business atau B2B merupakan proses penjualan yang dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Artinya adalah, sebuah perusahaan menjual produk atau layanannya ke perusahaan atau bisnis lainnya. Bukan ke pelanggan. Business to Customer atau B2C  merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Perbedaan utama antara praktik B2B dengan B2C adalah jenis konsumennya. Konsumen dari B2B sebagian besar adalah eksekutif kelas atas dan juga para pembeli profesional. Para pelaku di bisnis ini seyogianya memiliki etika bisnis dan profesionalitas yang tinggi. Selain itu, transaksi B2B membutuhkan perencanaan yang sangat terperinci agar dapat berhasil.

Untuk meningkatkan profit dan membangun kesuksesan pada perusahaan B2B, berikut strateginya.

Bangun komunikasi yang jelas dan pilih teknologi yang tepat

Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam membangun bisnis dan relasi.  Menurut sebuah studi baru-baru ini, 89% responden percaya bahwa komunikasi yang efektif sangat penting dalam lingkungan bisnis. Menetapkan proses yang tepat untuk komunikasi adalah kunci penting untuk kesuksesan bisnis, dan karena anggota tim saat ini sebagian besar mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, memilih alat komunikasi yang tepat juga sama pentingnya.

Tentukan target dan akuntabilitas tim

Target yang jelas untuk setiap anggota tim serta akuntabilitas yang baik, merupakan salah satu dasar keberhasilan sebuah bisnis. Menetapkan tugas, tenggat waktu, dan perencanaan bersama secara teratur merupakan bagian integral dari operasi bisnis, serta menindaklanjuti dan mengevaluasi hasil dan kinerja. Dengan adanya tanggung jawab dari setiap tim, goals perusahaan dapat tercapai dengan sempurna.

Dokumentasikan dan otomatisasi proses

Mendokumentasikan semua proses dan membagikannya dengan tim akan menghemat banyak waktu dan tenaga. Dokumentasi mencegah masalah terulang kembali dan memberikan landasan bersama dan titik acuan yang kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut. Adalah hal yang baik ketika dokumentasi dan data Anda tersedia untuk anggota tim. Mengintegrasikan berbagai alat Anda dan menyinkronkan kontak Anda akan membuat alur kerja berjalan lebih lancar dan dengan sedikit usaha. Untuk mempermudah pekerjaan ini, Anda dapat menggunakan sebuah software seperti CRM atau Customer Relationship Management. Sehingga, data dan dokumentasi aktivitas perusahaan Anda tersimpan secara efisien.

Integrasikan sistem Anda

Bagian penting dari operasi bisnis adalah mempertahankan kinerja sistem yang efektif serta efisien. Termasuk dalam penggunaan platform dalam berhubungan atau berinteraksi dengan relasi bisnis Anda. Jika Anda belum menggunakan sebuah sistem atau aplikasi, cobalah untuk memulainya sekarang. Dengan menggunakan alat atau software yang optimal untuk kebutuhan perusahaan Anda, maka Anda dapat menghindari masalah-masalah yang berlebihan. Selain itu, Anda dapat mengintegrasikan berbagai platform ke dalam aplikasi ini untuk mempermudah komunikasi Anda.

Upayakan transparansi

Sangat penting untuk memiliki kolaborasi lintas departemen untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Ciptakanlah transparansi dalam melakukan kolaborasi tersebut.  Kegagalan dalam menciptakan transparansi menghasilkan pekerjaan yang berlebihan, prioritas yang tidak selaras, dan peluang yang terlewatkan untuk kolaborasi.

Keputusan berlandaskan data

Karena aktivitas bisnis melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan rencana, sangat penting untuk mempertahankan pandangan objektif tentang seberapa efisien rencana atau strategi And

Saat membuat strategi operasi B2B Anda, luangkan waktu untuk menilai seberapa baik rencana Anda:

  • Menjalankan operasi berbasis data dengan integritas dan keandalan data yang tinggi
  • Mendasarkan keputusan pada fakta dan angka daripada firasat
  • Membuat laporan rutin dan membagikannya dengan semua pemangku kepentingan

Kumpulkan umpan balik dari tim

Umpan balik yang efisien di mana anggota tim dapat menyampaikan wawasan dan komentar mereka kepada manajemen sangat berharga. Survei tim Anda secara rutin dan bangun budaya ini adalah hal yang bagus untuk memulai. Tentu saja, mengumpulkan umpan balik saja tidak cukup. Umpan balik tentu perlu ditindaklanjuti. Umpan balik dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dari kinerja Anda bersama tim.

Memperkerjakan seorang ‘Head of Operations’

Kepemilikan operasi B2B Anda sangat penting, dan ada gunanya memiliki seseorang yang bertanggung jawab untuk menjaga kelancaran bisnis Anda. Jika Anda bisa, pekerjakan seseorang yang memiliki operasi bisnis Anda dan bertanggung jawab untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan tiga pilar utama, yaitu proses, orang, dan produk. Anda juga dapat memikirkan bagaimana strategi operasi Anda mengalir ke setiap departemen untuk mendapatkan dampak dan produktivitas yang paling besar.

Setiap bisnis berbeda dan Anda perlu melihat secara spesifik perusahaan Anda untuk mengevaluasi apa kebutuhan Anda. Tetapi jika Anda menjalankan semua strategi ini, Anda akan berada di jalur yang tepat menuju bisnis B2B terbaik.

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments