Dalam berbisnis, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipantau secara berkala, termasuk urusan pengiriman barang.
Sayangnya, melakukan pemantauan untuk seluruh proses pengiriman secara manual tentu terasa melelahkan, karena itu pebisnis harus tahu cara mengatur pengiriman barang yang lebih efisien.
Nah, agar bisnismu tetap terkelola dengan maksimal, kamu perlu simak cara mengatur pengiriman barang yang efektif dalam artikel berikut ini!
Daftar Isi
Kenapa Proses Pengiriman Harus Efisien?
Mengirimkan barang mungkin terlihat mudah karena hanya perlu mengemas barang, menginput data dan menyerahkannya ke kurir. Hal ini mungkin tidak memberatkan bagi bisnis dengan volume pengiriman yang rendah, namun bagaimana dengan bisnis yang sering melakukan pengiriman?
Bisnis tentu perlu mengupayakan proses pengiriman agar berjalan efisien dan sampai di tangan pelanggan sesuai estimasi. Lebih dari itu, berikut ini alasan mengapa proses pengiriman wajib dilakukan dengan seefisien mungkin:
- Mempertahankan kredibilitas dan profesionalitas bisnis
- Meminimalisir komplain dan menjaga kepuasan pelanggan
- Menghindari kerugian finansial dari biaya retur, penggantian barang, dan kerusakan produk
- Mempertahankan pelanggan agar tidak beralih membeli dari kompetitor
Cara Mengatur Pengiriman Barang yang Efisien
Lalu bagaimana sih cara mengatur pengiriman barang yang efisien? Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yaitu:
1. Tentukan Batas Akhir Pesanan
Sebelum mulai mengirimkan barang, langkah pertama yang perlu dilakukan agar pengiriman berjalan efektif adalah dengan menentukan batas akhir pesanan yang akan diproses. Buat aturan jam berapa pesanan yang masuk bisa diproses dan dikirim di hari yang sama.
Misalnya, kamu tetapkan batas akhir pesanan jam 2 siang, maka seluruh pesanan yang masuk di atas jam 2 siang akan kamu proses kirim di hari berikutnya. Cara ini sangat efektif untuk kamu dan tim agar tidak kewalahan karena pesanan yang terus masuk sekaligus mencegah agar tidak ada paket yang menumpuk.
2. Rekap dan Catat Daftar Pesanan yang Akan Dikirim
Setelah kamu menentukan batas akhir pesanan, selanjutnya kamu bisa langsung merekap dan catat daftar pesanan yang masuk daftar kirim. Ingat, mencatat daftar pesanan sangat penting untuk mengetahui berapa banyak barang yang harus disiapkan dan kemana saja pengirimannya.
Kamu bisa gunakan spreadsheet atau aplikasi lain yang serupa untuk merekap semua pesanan yang siap dikemas dan kirim. Rekapan data ini sangat penting untuk kamu melacak status pesanan dan memudahkan penanganan komplain dari pelanggan.
Data ini juga bisa jadi bahan evaluasi untuk melihat produk apa yang paling laku setiap harinya dan dari wilayah mana pelanggan paling banyak berasal.
3. Percepat Proses Kemas Barang
Ketiga, setelah kamu merekap data pesanan yang dikirim, jangan lupa untuk segera proses pengemasan barang. Proses packing seringkali memakan waktu lama sehingga akan memperpanjang proses penyerahan paket.
Untuk itu, pastikan kamu menyiapkan area khusus untuk kemas barang dan sediakan lebih dulu semua alat packing yang diperlukan di satu tempat, seperti kardus, lakban, bubble wrap, dan gunting. Hal ini akan membuat proses kemas jadi lebih cepat dan efisien karena kamu tidak perlu mencari alat-alat packing lebih dulu.
Tips lain dalam mempercepat proses kemas barang adalah dengan menggunakan kardus atau pembungkus yang ukurannya pas dengan barang untuk memaksimalkan kapasitas pengiriman. Meskipun dituntut untuk cepat dalam mengemas barang, pastikan juga barang dibungkus dengan aman, tertutup rapat, dan dikirimkan sesuai dengan pesanan.
4. Tempelkan Label Kirim Barang
Langkah selanjutnya adalah menempelkan paket dengan label pengiriman. Label pengiriman adalah hal penting yang wajib ada dalam pengiriman barang agar barang bisa sampai sesuai tujuan.
Pastikan label tersebut mudah dibaca dan mencakup informasi jelas yang berisi nama penerima, alamat, dan nomor telepon.
Jika kamu bekerja sama dengan jasa ekspedisi, kamu hanya perlu melakukan input data lewat sistem ekspedisi dan label pengiriman secara otomatis siap dicetak.
5. Pisahkan Barang Sesuai Ukuran
Setelah paket selesai dikemas dan siap kirim, kamu bisa lanjut memisahkan barang sesuai ukurannya. Pisahkan barang yang berukuran kecil, sedang dan besar agar kurir bisa lebih cepat mengambil paket dan lebih mudah memuat barang ke kendaraan. Langkah ini juga bisa kamu manfaatkan untuk memastikan kembali jumlah paket yang diserahkan ke kurir sudah sesuai dengan rekapan.
6. Atur Pengiriman dengan Omnichannel
Cara keenam dalam mengatur pengiriman agar lebih efisien bisa kamu lakukan dengan penggunaan software omnichannel. Sistem omnichannel ini akan memudahkanmu dalam mengelola semua pesanan dan pengiriman dalam satu dashboard.
Kamu pun bisa mengatur dan menginfokan proses pengiriman secara otomatis ke pelanggan secara otomatis mulai dari status pickup, transit, hingga delivered. Hal ini tentu membuat pengiriman jadi lebih efisien dan meminimalisir kesalahan input data.
7. Kerjasama dengan Jasa Expedisi Terdekat
Nah, kalau kamu mau cara yang paling efektif dalam mengirimkan barang, kamu bisa lakukan dengan cara kerjasama dengan jasa ekspedisi terdekat. Dengan kerjasama ekspedisi ini, kamu bisa lebih cepat mengatur pengiriman dengan sistem yang telah disiapkan tanpa perlu bekerja dua kali merekap pesanan yang dikirim.
Mengapa harus dengan jasa ekspedisi terdekat? Sebab, dengan ini kurir bisa menjemput paket dengan cepat dan mengurangi risiko keterlambatan jemput atau pengiriman. Selain itu, kamu juga bisa berkomunikasi secara langsung jika terjadi kendala selama pengiriman.
Pastikan kamu mengirimkan barang ke jasa pengiriman terdekat yang terpercaya, profesional dan dapat diandalkan seperti Lion Parcel. Lion Parcel adalah jasa ekspedisi yang menyediakan berbagai jenis layanan pengiriman yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan bisa dilacak secara real-time.
Dengan ini, kamu bisa menjamin barang tetap aman dan sampai ke pelanggan sesuai estimasi pengiriman. Bisnis pun semakin dipercaya dan penjualan dapat meningkatkan secara signifikan.
*Artikel ini hasil kerjasama antara Barantum dan Lion Parcel.
Tertarik dengan Barantum?
FAQ (Frequently Asked Questions) Mengenai Cara Pengiriman Barang
Bagaimana cara mengirim barang agar aman sampai tujuan?
Pastikan barang dikemas dengan bahan yang sesuai, seperti kardus, bubble wrap, atau pelindung tambahan untuk barang mudah pecah. Setelah itu, tulis alamat penerima dengan lengkap dan pilih jasa ekspedisi terpercaya yang menyediakan layanan pelacakan.
Apa saja yang perlu disiapkan sebelum mengirim barang?
Siapkan barang yang akan dikirim, bahan kemasan, data penerima, dan label pengiriman. Pastikan nama, alamat, serta nomor telepon penerima sudah benar untuk mengurangi risiko salah kirim atau keterlambatan.
Bagaimana cara packing barang yang benar untuk dikirim?
Gunakan kemasan yang ukurannya sesuai dengan barang dan tambahkan pelindung jika diperlukan. Pastikan tidak ada ruang kosong berlebihan di dalam paket dan tutup kemasan dengan rapat menggunakan lakban agar barang tetap aman selama perjalanan.
Bagaimana cara memilih jasa pengiriman barang yang tepat?
Pilih jasa pengiriman berdasarkan tujuan, estimasi waktu, biaya, jenis barang, dan kemudahan pelacakan. Anda bisa menggunakan jasa ekspedisi terpercaya seperti Lion Parcel yang menyediakan berbagai pilihan layanan pengiriman serta fitur pelacakan untuk memantau status paket secara real-time.
Bagaimana cara mengecek barang yang sedang dikirim?
Anda dapat mengecek status pengiriman menggunakan nomor resi yang diberikan oleh jasa ekspedisi. Masukkan nomor tersebut pada fitur pelacakan resmi ekspedisi untuk mengetahui posisi dan status terbaru paket.

I creates insightful and SEO-optimized content focused on CRM, customer service, sales management, and digital transformation. Passionate about helping businesses grow through technology.