Potensi Industri Elektronik Indonesia Di Mata Produsen Elektronik Asia

POTENSI PASAR ELEKTRONIK INDONESIA, DI MATA PARA PRODUSEN ELEKTRONIK ASIA

Tidak bisa di pungkiri jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar, yaitu saat ini berada pada angka 267 juta jiwa. Pada akhirnya memang menjadi potensi bisnis terbaik bagi para produsen dan distributor elektronik yang ada di Indonesia. Kenapa, karena hal itu sebuah pangsa pasar yang bagus untuk produk-produk elektronik, yang termasuk di dalamnya  produk home appliances.


Kondisi itu bisa kita lihat dari perkembangan di bisnis elektronik dalam beberapa tahun terakhir. Seperti misalnya di tahun 2018 lalu. Dalam kaitan pameran International Elektronic & Smart Appliances Expo 2018. Terdapat sekitar 250 produsen produk elektronik terkemuka dari China dan Indonesia turut dalam acara tersebut. Namun yang menarik, justru dari jumlah tersebut produsen Indonesia hanya berjumlah 20 persen sedangkan 80 persen justru berasal dari China.

Dengan beragamnya produk yang turut di pamerkan dari mulai : Consumer Electronics, Mobile Phone & Accessories, Computer Network and Accessories, In-Car Electronics, Security Product & Smart Home, LED & Energy Saving Product, Home Appliances, Electronics Equipment &Components. Melihat kondisi yang terjadi pada event tersebut, sejatinya ada dua hal yang perlu menjadi perhatian para pelaku industri elektronik dalam negeri. Pertama pemain elektronik asing khususnya yang ada di Asia jelas melihat potensi penduduk Indonesia yang besar menjadi potensi dan market potensial sendiri yang menarik untuk di garap.  Kedua munculnya sebuah kategori baru dalam industri elektronik yang ada di Indonesia  yang disebut sebagai small home appliances. Karena ternyata produk elektronik jenis ini begitu berkembang dengan baik.

Ambil contoh untuk jenis  produk small home appliances, adalah PT. Sharp Electronics Indonesia yang berani menargetkan market share naik menjadi 15 persen. Itu terjadi pada tahun 2018. Sedangkan di tahun 2019 sendiri, perusahaan berani menargetkan penjualan produknya hingga 1.000 unit per bulan. Dimana saat ini jenis perangkat ini yang sudah beredar di pasaran ada sekitar 50-an item produk. Di mana jenis produk yang menjadi andalannya adalah Healsio Automatic Cookware. Jenis produk ini menjadi begitu menarik bagi customer karena produk ini adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas memasak secara otomatis.

Sekalipun menurut Tekno Wibowo, Chief Commercial Office Polytron di tahun 2019 ini ada pelaku yang optimal dan juga pesimis. Namun perusahaannya yang ada di bawah merek Polytron tetap yakin karena produk elektronik sangat dekat dengan kehidupan keseharian customer.  Sehingga tidak saja Sharp Electronics Indonesia saja yang berani menargetkan tumbuh 5-10%. Polytron-pun cukup yakin bahwa di tahun 2019 kondisinya lebih baik.

Bicara kaitan sektor bisnis dengan Era Industri 4.0, sebenarnya  industri elektronik adalah salah satu sektor bisnis yang sudah siap untuk masuk dan berkembang mengikuti karakter bisnis yang ada di Era  Industri 4.0. Hal itu sesuai dengan model produk yang ada pada industri elektronik

Seperti yang disampaikan oleh KangHyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia.  Inovasi yang selalu menjadi ciri khas dari produk Samsung memang telah mengadopsi konsep IoT ( internet of things) sejak tahun 2014. Hal itu bisa di lihat dari beberapa produk seperti TV, Kulkas, Mesin Cuci, Vacuum Cleaner. Konsep produk IoT sesuai dengan karakter industri 4.0 point pertama yaitu :  Interoperabilitas (kesesuaian): Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP).

 

KONSEP INOVASI PRODUK BERBASIS IOT BISA DIMAKSIMALKAN DENGAN SUPPORTING SISTEM CRM

 

Adalah CRM ( Customer Relationship Management) sebuah sistem berbasis  database customer. Dimana dalam Era Industri 4.0 memang keberadaan database yang bersumber dari data customer menjadi salah satu trigger dalam pengembangan sebuah produk seperti produk elektronik.

 

Konsep itulah yang pada akhirnya juga di amini oleh Handri Kosada, CEO Barantum.com.  Menurutnya inovasi produk yang saat ini menjadi salah keunggulan dari produk-produk elektronik memang akan lebih efektif jika di dasarkan  pada keinginan dan apa yang di butuhkan oleh customer. Dimana untuk mendapatkan data tersebut, memang peran CRM sebagai sebuah instrumen penting penunjang aktivitas  kerja perusahaan menjadi salah satu hal yang mesti dilakukan oleh perusahaan. Sehingga bisa di katakan peran CRM dapat menjadi salah satu alat untuk melakukan research walau dalam konteks yang lebih sederhana.

Itulah yang membuat beberapa produsen elektronik khususnya yang ada di Asia berlomba untuk masuk dan menguasai pasar Indonesia. Jika sebelumnya kita sudah familiar dengan nama –nama brand seperti SHARP, POLYTRON, SAMSUNG, HITACHI, PANASONIC,  dan beberapa merek elektronik lainnya. Maka di tahun 2019 ini ada lagi satu produsen besar dari Korea Selatan yang akan masuk dan berlomba untuk mengambil market dari Indonesia.

Adalah brand CUCKOO yang berasal dari Korea, berencana masuk dan menguasai market Indonesia. Tidak tanggung-tanggung selain masuk ke market Indonesia, perusahaan ini pun berencana akan membangun pabrik peralatan rumah tangga di Indonesia dalam 5 tahun ke depan. Dengan target  meraih 1.000 pelanggan baru hingga akhir tahun 2019 ini, perusahaan yang di negaranya sendiri sudah menguasai 74% pasar peralatan rumah tangga merasa yakin targetnya itu bisa di capai. Saat ini selain produk utama yang sudah lebih dulu masuk yaitu pemurni air. Maka beberapa produk yang akan menjadi andalannya untuk masuk ke Indonesia adalah : produk pemurni udara, dan rice cooker .

 

MAKSIMALASASI SISTEM CRM, GUNA MENINGKATKAN POTENSI PEMASARAN 3 SEGMEN PRODUK ELEKTRONIK  DI INDONESIA

 

Beragamnya jenis produk elektronik yang ada di Indonesia, memang menjadi satu pertanda bahwa memang pasar Indonesia begitu menarik bagi para produsen dan distributor yang ada di Indonesia. Hingga  pada akhirnya, untuk memudahkan pengelolaan dan mengenalan produk elektronik lebih jauh, maka Asosiasi Gabungan Pengusaha Elektronik Indonesia ( GABEL)  membagi segmentasi produk yang ada dalam 3 bagian besar yaitu : Audio-video, Home Appliaces dan Small Home Appliances. Sekalipun memang jika di lihat dari prospek bisnis yang ada pada masing-masing segmen jelas terlihat segmen produk mana yang lebih unggul dibanding segmen lainnya.

Menariknya industri dalam sektor produk elektronik dengan segala potensi dan pengembangannya. Pada akhirnya seperti yang di utarakan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia adalah juga karena sektor  inilah yang masuk dalam salah satu sektor unggulan dalam Era Industri 4.0. Dimana karakteristik dari industri elektronik adalah mereka harus selalu melakukan  inovasi produk agar bisa sesuai dengan kebutuhan pasarnya. Terkait dengan kondisi itulah, Polytron menurut Airlangga Hartarto , Menteri Perindustrian berkomentar bahwa Polytron adalah salah satu produsen produk elektronik dalam negeri yang sudah siap menghadapi persaiangan produksi dalam Era  Industri 4.0.

Salah satu keunggulan yang diberikan oleh Polytron dibanding produk-produk sejenis lainnya adalah, bahwa perusahaan ini memiliki fasilitas research and development serta design (R&DD). Dengan potensi SDM ( sumber daya manusianya ) yang lumayan banyak serta adanya fasilitas R&DD, maka Polytron siap menghadapi kompetensi di Era Industri .0

Di sisi lain, apa yang di lakukan oleh manajemen Polytron sebagai salah satu produsen produk elektronik dalam negeri sudah tepat. Artinya untuk meningkatkan produksi produk elektronik, maka akan lebih mudah jika dalam perusahaan terdapat Divisi R&DD. Karena  divisi inilah yang akan membantu manajemen untuk memaksimalkan potensi pemasaran produk elektronik yang ada. Namun jika saat ini produsen dalam negeri belum memiliki apa yang di miliki Polytron, maka ada baiknya perusahaan mengaplikasikan sistem CRM.

Strategi Pemasaran dengan CRM

Sebagai sebuah produk yang akan mampu menjadi trigger untuk meningkatkan kinerja team marketing dan sales, peran CRM akan sangat besar. Kenapa, karena  seperti apa yang disampaikan oleh Handri Kosada diatas bahwa inovasi sebuah produk elektronik memang baik ya di dasarkan pada keinginan customer atau harapan customer. Sehingga dengan bantuan sistem CRM yang salah satu fungsinya adalah : sistem ini mampu  untuk melakukan interaksi dengan customer dengan beberapa hasil yang  bisa di dapat dari mulai informasi paling update  seputar pelanggan, menangani keluhan customer , keinginan customer terhadap permintaan atau harapan sebuah produk serta jenis-jenis pelayanan seperti apa  yang perlu di tingkatkan. Dengan semua hal yang bisa di berikan oleh CRM maka sebenarnya setiap perusahaan bisa memiliki divisi R&DD walau dalam konsep yang lebih sederhana.

Itulah kondisi terkini dari sektor  produk elektronik yang di tahun 2019 semua berharap kondisinya akan lebih baik di banding tahun 2018 lalu. Kesemuanya itu memang menjadi tanggung jawab tidak saja pelaku dalam industrinya tapi juga pemerintah terkait dan masyarakat pengguna produk elektronik tersebut.

 

 

 

In this article

Join the Conversation

five × 1 =