Kesalahan Strategi Marketing Omnichannel dan Bagaimana Mengatasinya

Berbagai Kesalahan dalam Strategi Marketing Omnichannel

Setiap strategi marketing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tak terkecuali strategi marketing omnichannel. Strategi yang memanfaatkan visual dan pesan ini memang efektif dalam menjangkau pelanggan lebih luas kemudian menjadikan mereka prospek.

Namun, ada beberapa kesalahan dalam strategi marketing omnichannel yang harus Anda hindari. Perhatikan kesalahan berikut agar Anda dapat memantapkan strategi omnichannel Anda!

Strategi konten yang tidak efektif

Konten merupakan hal yang vital untuk keberhasilan strategi pemasaran omnichannel. Strategi konten yang tidak efektif pasti akan membuat kampanye Anda gagal. Pelanggan Anda menggunakan berbagai platform seperti media sosial, aplikasi seluler, situs web, dan sebagainya untuk berinteraksi dengan produk Anda. Mereka juga akan masuk dalam berbagai tahap perjalanan pembeli. 

Konten yang relevan akan meningkatkan niat beli pelanggan terhadap suatu produk atau layanan suatu merek. Untuk memahami kepribadian pembeli Anda, identifikasi informasi kontak yang mereka gunakan untuk berinteraksi dengan merek Anda dan buat konten Anda relevan untuk setiap pembeli dari setiap saluran.

Pemanfaatan data pelanggan yang tidak tepat

Pelanggan meninggalkan jejak data seperti nomor handphone, email, alamat, dan sebagainya ketika mereka berinteraksi dengan merek atau produk. Namun, data ini tentu memiliki jangka waktu kevalidannya. Maksudnya adalah, suatu saat nanti, pelanggan Anda akan mengubah beberapa detail informasi mereka. Data usang ata data yang tidak diperbaharui dapat menyebabkan hambatan dalam memanfaatkan data pengguna secara maksimal.

Pandangan serta tanggapan dari pelanggan dan prospek Anda sangat penting untuk kampanye pemasaran omnichannel yang sukses. Lakukanlah identifikasi data secara rutin, duplikat data, dan melengkapi data yang tidak lengkap. Hal ini dilakukan agar upaya pemasaran Anda tidak sia-sia. Pastikan semua informasi yang Anda terima tentang pengguna tersedia dalam sistem terpadu, sehingga tim penjualan dan pemasaran Anda dapat mengaksesnya dan bekerja sama untuk memberikan penawaran yang relevan kepada pelanggan.

Analisis dan pengukuran yang kurang tepat

Dalam konteks omnichannel, bisnis Anda dapat tampak tidak menguntungkan jika diukur dengan metrik tradisional seperti penjualan, laba, dan omset. Hal ini harus diukur berdasarkan nilai yang ditawarkannya ke seluruh proses penjualan. Mengukur keberhasilan dari berbagai titik kontak secara terpisah tidak akan memberi Anda gambaran menyeluruh tentang kinerja strategi Anda. Wawasan yang tidak akurat ini dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang salah.

Pertimbangkan semua titik kontak sebagai bagian dari ekosistem yang lengkap dan ukurlah. Ambil pendekatan top-down di mana Anda dapat menganalisis keberhasilan kampanye pemasaran Anda secara keseluruhan dan kemudian turun ke saluran tertentu untuk mengetahui mana yang berkinerja baik dan mana yang lebih membutuhkan perhatian. Cara ini  akan membantu meningkatkan kinerja kampanye Anda.

Tidak ada aksi terhadap penemuan baru

Masih banyak pebisnis yang tidak tahu bagaimana memanfaatkan data yang ada untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Hal ini cukup memprihatinkan, mengingat wawasan atau informasi berharga yang ditawarkan data adalah tentang pelanggan dan perilaku pembelian mereka. Kegagalan untuk mengambil langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti pada data yang tersedia dapat menyebabkan kampanye pemasaran yang tidak efektif.

Cara terbaik untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan mempekerjakan karyawan teknis yang mumpuni dalam mengoptimalkan teknologi dan data yang tersedia tentang pelanggan. Wawasan ini akan membantu Anda merencanakan strategi pemasaran omnichannel yang lebih baik.

Strategi pemasaran yang kurang efektif

Pebisnis telah menyadari potensi pemasaran omnichannel, namun kebanyakan dari mereka gagal dalam menyusun strategi yang efektif. Sebagian besar pelanggan merasa kurang puas akan pengalaman terputus-putus yang ditawarkan oleh produk dikarenakan strategi yang buruk.

Untuk mengatasi hal ini, tempatkan pelanggan di pusat strategi Anda, identifikasi berbagai titik kontak dalam perjalanan pelanggan Anda, manfaatkan teknologi, dan ambil pendekatan berbasis data untuk membuat strategi yang efektif. Anda bisa menguji kampanye Anda terus menerus sehingga Anda dapat membuat kampanye yang lebih baik untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.

Kegagalan dalam implementasi

Sering ditemukan bahwa tim pemasaran masih sulit berkoordinasi dalam menjalankan kampanye merek di berbagai saluran. Ditambah lagi semakin beragamnya platform baru yang muncul membuat tantangan baru bagi pebisnis dan tim pemasaran.

Atasi permasalahan ini dengan mengalihkan fokus Anda dari saluran ke pengalaman pelanggan, pahami kepribadian pembeli Anda, dan menyegmentasikan pembeli Anda. Dengan begitu, Anda dapat menyampaikan pesan yang tepat, kepada pengguna yang tepat, dan melalui saluran yang tepat.

Tidak memperhitungkan KPI pada setiap tahap

Seorang pembeli melewati empat tahap perjalanan pembeli, yaitu kesadaran akan merek atau produk, keterlibatan, konversi, dan kesenangan. Agar perjalanan pelanggan omnichannel berhasil, tim pemasaran harus memastikan bahwa seluruh perjalanan akan menawarkan pengalaman yang konsisten kepada pembeli. Namun, yang terjadi adalah, meski tim pemasaran mengukur keseluruhan efektivitas kampanye, mereka tidak mengukur KPI di setiap tahap perjalanan pembeli. Ini mengakibatkan mereka tidak memperoleh wawasan yang berarti tentang setiap tahap perjalanan pelanggan dan menimbulkan tantangan dalam meningkatkan pengalaman bagi pelanggan.

Daripada mengukur hasil untuk keseluruhan kampanye, lebih baik ukur kampanye di setiap tahap perjalanan pelanggan. Misalnya, hitung jumlah pengunjung unik di situs web Anda selama tahap kesadaran atau durasi kunjungan di tahap keterlibatan, untuk menentukan apakah pengguna tertarik dengan produk Anda. Wawasan seperti ini akan membantu Anda membuat pesan yang relevan untuk prospek dan pelanggan Anda agar pengalaman mereka lebih dipersonalisasi (dikenal sebagai personalisasi omnichannel).

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan dalam strategi omnichannel, Anda dapat menghindarinya untuk memaksimalkan hasil dan tujuan bisnis Anda. Kesalahan memang wajar terjadi, namun jangan biarkan kesalahan tersebut terulang lagi. Pelanggan biasanya akan menilai bisnis Anda sejak pertama kali mereka mengenal produk Anda.

Mengintegrasikan omnichannel pada aplikasi CRM Barantum akan sangat membantu Anda dalam melancarkan strategi pemasaran. Dengan menggunakan Barantum, Anda akan mendapatkan wawasan mengenai taktik tepat guna untuk mengimplementasikan konten dan kampanye produk.

Ayo, daftar di Barantum sekarang untuk  pengalaman omnichannel yang keren!

 

In this article

Join the Conversation

three × two =