GENERASI MILLENIAL, SALAH SATU POTENSIAL MARKET PEBISNIS UMKM

GENERASI MILLENIAL, POTENSIAL MARKET BAGI PEBISNIS UMKM

Saat ini UMKM ( Usaha Mikro Kecil Menengah ), menjadi salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  Besarnya sumbangan bisnis UMKM dalam percaturan bisnis di Indonesia cukup besar : Kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60% serta penyerapan tenaga kerja 116,73 juta orang atau 97,02% dari total angkatan kerja yang bekerja

Kondisi ini memang cukup menarik, mengingat saat ini saja kontribusi yang ada sudah mencapai 60%, sekalipun  kinerja yang dilakukan oleh UMKM belumlah bisa dikatakan maksimal.  Lantas apa yang sebenarnya terjadi dengan bisnis UMKM. Sejauh yang kita bisa temukan masalahnya dilapangan, minimal ada sekitar  5 hal yang menjadi kendala dalam pengembangan bisnis UMKM di Indonesia.

Dari mulai permodalan, distribusi barang, perizinan, pembukuan yang masih manual serta pemasaran online. Dimana dari ke-5 persoalan yang saat ini di hadapi pebisnis UMKM, setidaknya masalah penggunaan teknologi saat ini begitu menjadi satu hal yang masih mungkin di lakukan.  Kenapa, karena melihat kondisi yang saat ini ada di lapangan, seperti juga yang di kemukakan  oleh Agus Muharram, Staf Khusus Menkop dan UKM, Bahwa mayoritas pelaku UMKM belum mendapatkan manfaat dari pemanfaatan digital teknologi. Dimana terjadinya kondisi seperti ini salah satunya adalah karena pelaku bisnis UMKM sebagian besar belum sepenuhnya memahami arti penting dari pemanfaatan teknologi digital.

Padahal seperti  yang di kemukakan oleh  McKensey and Company, bahwa ekonomi Indonesia  akan terdongkrak sebesar 10% melalui aktivitas digital pada 2025. Melalui pendekatan teknologi digital, negara ini berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan baru sebanyak 3,7 juta orang, termasuk dari skema job matching dan permintaan tenaga kerja melalui platform berbasis online.  Bukan hanya itu, dengan peningkatan penggunaan teknologi itu pula pada akhirnya lembaga ini mampu memprediksi bahwa pertumbuhan penetrasi pengguna bisa mencapai 41,9% pada 2019 dan diharapkan menembus 50,6% pada 2023. Sebagai gambaran, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62,92 juta unit usaha atau 99,92% dari total unit usaha di dalam negeri.

Melihat kondisi diatas itulah, kami dari Barantum.com merasa perlu untuk bekerjasama dengan instansi terkait. Salah satu hal yang  bisa kita lakukan adalah mencoba kolaborasi dengan industri UMKM agar hasilnya bisa lebih maksimal dibanding apa yang saat ini sudah di capai oleh perusahaan.

Baca juga : 3 Peluang Bisnis Modal Kecil dan Tipsnya agar Menguntungkan

In this article

Join the Conversation

seven − three =