Tentang Coronavirus (nCOV) Dampak dalam Bisnis serta Antisipasi penyebarannya

gejala coronavirus

Tentang Coronavirus (COV)

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Sedangkan yang sekarang sedang mewabah adalah Coronavirus jenis baru yaitu novel Coronavirus  (nCoV) yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. 


Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan virus yang teridentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit pernapasan yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. Awalnya, banyak pasien dilaporkan memiliki hubungan dengan pasar makanan laut dan hewan di kota Wuhan, hal ini mengindikasikan adanya transmisi penyebaran virus dari hewan ke orang. Namun, semakin kesini ternyata banyak pasien yang dilaporkan tidak pernah mengunjungi ke pasar hewan, ini berarti virus ini juga dapat menyebar dari orang-ke-orang. Inilah yang sedang terjadi saat ini, dimana kondisinya adalah lebih dari 400 orang yang meninggal dan sudah lebih dari 20 ribu orang yang tertular, di berbagai Negara dengan China sebagai yang terbanyak. Berikut data terakhir 04/02/2020 yang kami ambil dari Situs live report untuk memantau kondisi penyebaran virus corona yang buat oleh Johns Hopkins University Center for System Science and Engineering ( Anda bisa mengaksesnya pada link berikut  : JHU CSSE )

update kasus coronavirus

Banyak yang tidak diketahui tentang bagaimana 2019-nCoV, virus corona jenis baru ini, menyebar. Pengetahuan saat ini sebagian besar didasarkan pada apa yang diketahui tentang virus sejenis yaitu coronavirus (CoV). Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum di banyak spesies hewan yang berbeda, termasuk unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Jarang, coronavirus hewan dapat menginfeksi orang dan kemudian menyebar di antara orang-orang seperti yang terjadi dengan MERS, SARS, dan yang sekarang yaitu 2019-nCoV.

Paling sering, penyebaran dari orang ke orang terjadi di antara kontak dekat (kurang dari 6 kaki). Penyebaran orang ke orang diperkirakan terjadi terutama melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya menyebar. Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru. Saat ini masih belum jelas apakah seseorang bisa mendapatkan 2019-nCoV dengan menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri.

 

Gejala Suspect Coronavirus (2019-nCoV)

 

Gejala yang bisa kita lihat atau deteksi bagi yang ter-infeksi 2019-nCoV, menurut situs CDC (Centers for Desease Controls and Prevention)  gejala sakit yang dilaporkan ada berbagai macam tahapan dari orang dengan sedikit atau bahkan tanpa gejala hingga orang yang sakit parah dan sekarat. Namun Gejala umum nya adalah :

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas

Menurut CDC saat ini, gejala 2019-nCoV dapat muncul hanya dalam 2 hari atau selama 14 setelah paparan. Ini didasarkan pada apa yang telah dilihat sebelumnya sebagai masa inkubasi pada virus MERS.

APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN?

  • Tetap terinformasi – Kementrian Kesehatan memperbarui portal informasi khusus infeksi darurat setiap hari dengan informasi dan saran terbaru untuk publik. (http://infeksiemerging.kemkes.go.id/)
  • Ingatlah untuk mengambil tindakan pencegahan setiap hari yang selalu disarankan untuk mencegah penyebaran virus.
    – Hindari kontak dekat dengan orang sakit.
    – Saat sakit, batasi kontak dengan orang lain sebanyak mungkin.
    – Tetap di rumah jika Anda sakit.
    – Tutupi hidung dan mulut Anda saat batuk atau bersin. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda. Kuman menyebar dengan cara ini.
    – Bersihkan dengan disinfektan permukaan dan benda yang mungkin terkontaminasi oleh kuman.
    – Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan gosok tangan berbasis alkohol dengan setidaknya 60% alkohol.
  • Jika Anda merasa sakit karena demam, batuk, atau sulit bernapas, dan telah melakukan perjalanan ke China atau melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan 2019-nCoV dalam 14 hari sebelum Anda mulai merasa sakit, cari perawatan medis. Sebelum Anda pergi ke kantor dokter atau ruang gawat darurat, hubungi dulu dan beri tahu mereka tentang perjalanan terakhir Anda dan gejala Anda.

 

DAMPAK CORONAVIRUS BAGI BISNIS

 

Wabah virus korona jenis baru (novel coronavirus/2019-nCoV) dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi ekonomi global yang tengah diselimuti ketidakpastian. Jika tidak segera ditangani secara tuntas, dampaknya dikhawatirkan melebihi wabah Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) pada 2002 dan 2003.

Hal itu bisa terjadi karena ekonomi China beberapa tahun terakhir ini jauh lebih besar dan lebih terhubung dengan ekonomi global. Dari waktu ke waktu, pengaruh China terhadap dunia di berbagai sektor ekonomi, terutama perdagangan barang dan jasa, investasi, serta finansial, semakin besar. Sejumlah saham berjatuhan, pariwisata tersendat, dan industri manufaktur bakal tertekan. Cepat atau lambat, dampak serangan virus korona jenis baru ini akan berimbas pada relasi dagang, bisnis, dan investasi global.

Virus Corona menjadi musuh sekaligus kecemasan seluruh masyarakat dunia. Sejak World Health Organization (WHO) menetapkan penyebaran virus corona ini sebagai darurat global, seluruh pihak meningkatkan pengawasannya terhadap China.

Indonesia menjadi salah satu negara yang sering menerima tamu dari China, baik manusia maupun barang, sehingga tentu jika pemerintah sudah menegaskan akan menghentikan pergerakan apapun dari China ke Indonesia dan sebaliknya, ekonomi Indonesia sedikit banyak akan terkena getahnya.

Ekonomi Center of Reform on Economic (CORE) Piter Abdullah menyatakan pengaruh virus Corona sudah merambat sangat cepat ke perekonomian global secara umum dan Indonesia sudah terkena dampaknya dari awal virus ini menjadi perbincangan dunia.

Penyebaran yang cepat melalui orang ke orang, juga membuat banyak kantor di China harus tutup untuk beberapa pekan, dan membuat masyarakat menjadi tidak bisa bekerja sehingga produktifitas Perusahaan semakin menurun dan bahkan langsung menukik tajam. Kondisi ini juga sedikitnya mulai berdampak di Indonesia, setidaknya masyarakat menjadi semakin resah dan khawatir apabila keluar bepergian ketempat ramai bahkan ketempat bekerja, mengingat situasi cuaca yang kurang mendukung juga menjadi pemicu lemahnya stamina, untuk bisa tetap sehat untuk melawan virus atau bakteri yang berpotensi masuk ke tubuh melalui udara.

Dampak Virus Corona

ANTISIPASI MENANGGAPI KRISIS VIRUS CORONA

 

Ada beberapa hal yang setidaknya bisa dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (2019-nCoV) agar tidak semakin meluas dan termasuk menjaga agar Indonesia tidak sampai terdampak penularan virus corona. Berikut beberapa langkah-langkah yang di ambil pemerintah untuk pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. (disadur dari Kompas.com dengan judul “Antisipasi Virus Corona, Apa Saja Langkah Pemerintah Indonesia?”)

1. Melarang maskapai nasional terbang ke wuhan

Kementerian Perhubungan telah melarang maskapai nasional untuk terbang ke Wuhan sementara waktu. Larangan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, Jumat (24/1/2020). “Kami telah melakukan koordinasi intensif seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan,” kata Polana, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (24/1/2020). Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

2. Memperketat pemeriksaan kesehataan di bandara Untuk mengantisipasi virus corona

Pemerintah melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono memberlakukan pengecekan kesehatan secara masif menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan bandara. Prosedur pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara perorangan menggunakan thermal gun di pesawat yang baru tiba. Menurutnya, pengecekan kesehatan tersebut telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sejak Minggu (26/1/2020).

3. Menyiapkan tempat parkir pesawat khusus Bekerja sama dengan PT Angkasa Pura

Kemenkes juga menyiapkan tempat parkir pesawat khusus jika ada pesawat yang terindikasi membawa sesuatu yang tak sehat. Tempat parkit atau apron tersebut disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta dan sengaja disediakan jauh dari apron-apron lainnya. “Di (Pelabuhan) Tanjung Priok juga sudah mulai dilaksanakan sejak kemarin, ada yang namanya pandu, biasanya dia naik duluan bawa kapal parkir sebelum tenaga kesehatan datang,” kata Anung, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (27/1/2020). “Sekarang teman-teman KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) naik dulu (ke kapal), baru kalau sudah clear, baru pandunya naik untuk membawa kapal ke tempat parkir berlabuh yang memang sudah ditetapkan,” sambungnya.

4. Menjaga 135 pintu masuk ke Indonesia

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, 135 pintu masuk ke Indonesia telah dijaga selama 24 jam penuh. “Sebanyak 135 pintu masuk negara kita sudah dijaga 24 jam terus menerus dan dilaporkan setiap saat kepada Kemenkes dan kementerian/lembaga terkait,” kata Teriawan, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (28/1/2020). Menurutnya, saat ini seluruh standard operasional prosedur (SOP) sudah dijalankan dengan sesuai. Hal tersebut dibuktikan dengan kesadaran masyarakat untuk segera periksa ke dokter ketika merasakan gejala-gejala yang muncul.

5. Mengalihkan promosi wisata ke negara lain

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio telah mengalihkan promosi dan pemasaran wisata ke negara yang tak terdampak virus corona. “Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan ‘travel advice’ atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China, sedangkan untuk promosi kami alihkan untuk pasar Wuhan,” kata Wisnutama, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (28/1/2020). “Masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya, tidak hanya China,” Sambungnya. Ia pun mengimbau agen perjalanan wisata agar memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata dari dan ke China.

6. Menyediakan transportasi kapsul

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Maruf mengatakan, pihaknya telah menyediakan satu alat evakuasi berupa kapsul. Menurutnya, alat tersebut berperan vital untuk mengevakuasi orang yang dicurigai terinfeksi virus corona. Anas menyebutkan, alat tersebut mampu melindungi seseorang agar tidak banyak melakukan kontak yang dilengkapi dengan alat canggih, filter dan ultraviolet serta tekanan negatif untuk membasmi virus.

 

MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

 

Dengan semakin banyaknya kasus orang yang diduga positif terjangkit virus corona, tentu salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara mencegah virus tersebut masuk ke tubuh kita. Untuk meminimalisir terjangkit virus corona, Kami memberikan beberapa cara mencegah virus yang bisa Anda lakukan  Berikut ini merupakan langkah langkah mencegah virus yang bisa langsung Anda aplikasikan.

Memakai Masker Tertutup

Cara mencegah virus corona yang pertama adalah dengan memakai masker tertutup. Penyebaran virusnya yang disinyalir terjadi, yang salah satunya, lewat udara membuat memakai masker menjadi salah satu cara paling tepat yang bisa Anda lakukan saat akan pergi ke luar rumah.

Sering Mencuci Tangan

Cara mencegah virus corona selanjutnya adalah dengan sesering mungkin mencuci tangan setelah menyentuh barang-barang atau hal yang terlihat kotor. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang mengendap saat tangan kotor.

Hindari Kontak Langsung dengan Hewan

Penularan Virus corona diduga berawal dari hewan ke manusia, tidak salah jika menghindari kontak langsung yang tidak perlu dengan hewan menjadi salah satu cara mencegah virus corona. Usahakanlah untuk memakai masker dan sarung tangan saat akan bersentuhan langsung dengan hewan ternak atau peliharaan. Lalu, cucilah kedua tangan sebersih mungkin guna menghindari kotoran yang masuk. Dan berhati hatiah saat melakukan kontak langsung dengan hewan yang sedang sakit.

Hindari Mengonsumsi Produk Hewani Mentah

Cara mencegah virus corona selanjutnya ini ditujukan bagi Anda yang senang mengkonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang. Dengan virusnya yang bisa menyebar dari hewan, ada baiknya untuk menghindari untuk mengonsumsi produk hewani sekarang-sekarang ini.

Hindari Berbagi Barang Bersama

Ada baiknya saat ini untuk mengurangi hal tersebut. Hal ini disebabkan oleh virus corona yang bisa menyebar dari manusia ke manusia. Sehingga, kontak yang dilakukan saat menggunakan barang bersama bisa menjadi media penyebarannya.

Hindari tempat tempat keramaian

Untuk saat ini ada baiknya bila Anda menghindari bepergian ketempat keramaian seperti mall, pasar yang dimana kondisinya tidak steril serta pengaruh cuaca yang kurang bersahabat membuat Anda mudah terpapar penyakit akibat berkurangnya stamina tubuh karena harus menyesuaikan dengan suhu cuaca yang berubah rubah.

Kerja Remote  / Kerja dari Jarak Jauh / Dari Rumah Tanpa perlu ke Kantor menggunakan CRM

Bagi millenials, hal ini mungkin sudah tidak asing. Namun ada beberapa kantor atau Perusahaan yang sudah mengantisipasi ini dari awal dengan mengimplementasikan sistem CRM berbasis cloud menggunakan Barantum CRM. Sehingga ketika pada saatnya tiba, saat Perusahaan harus menutup kantornya untuk sementara akibat dari kondisi darurat penyebaran virus corona maka Perusahaan tidak akan merugi dan karyawan pun tetap bisa produktif bekerja.

Baca juga : Work From Home Pakai Aplikasi CRM Karya Anak Bangsa

Dari langkah langkah mencegah penyebaran virus corona di atas, semoga cara-cara tersebut bisa membantu dalam mencegah virus yang sedang menjadi isu internasional saat ini. Walaupun di Indonesia, belum ada yang terjangkit dan belum ada kasus penularan coronavirus (2019-nCoV) ada baiknya kita mulai mewaspadai hal tersebut di kota-kota kita masing-masing. Stay safe!

 

In this article

Join the Conversation

9 − 9 =