-
Sales canvassing adalah aktivitas penjualan di mana tim sales secara aktif mencari dan mendatangi calon pelanggan secara langsung.
-
Interaksi tatap muka membantu sales memahami kebutuhan pelanggan secara nyata dan meningkatkan peluang respons hingga lebih dari 30%.
-
Tantangan utama canvassing muncul dari pencatatan manual, follow up tidak konsisten, dan minimnya visibilitas kinerja sales lapangan.
-
Barantum CRM Canvassing membantu tim sales mencatat kunjungan lapangan, lokasi, dan hasil canvassing secara real time tanpa proses manual.
-
Fitur mobile app, GPS tracking, dan pipeline penjualan memudahkan sales menjaga konsistensi follow up hingga prospek siap closing
Dalam dunia penjualan yang semakin kompetitif, tim sales perlu bergerak lebih aktif untuk menjangkau calon pelanggan. Tidak semua peluang datang dari iklan digital atau inbound leads. Banyak bisnis masih mengandalkan pendekatan langsung untuk membuka pasar baru, membangun relasi awal, dan mempercepat proses penjualan di lapangan. Di sinilah peran sales canvassing menjadi sangat relevan.
Melalui pendekatan tatap muka, sales canvassing membantu bisnis mengenal calon pelanggan secara lebih dekat, memahami kebutuhan mereka secara nyata, serta menciptakan interaksi awal yang lebih personal. Metode ini tetap efektif, terutama untuk produk atau layanan yang membutuhkan penjelasan langsung dan kepercayaan sejak awal.
Daftar Isi
Apa Itu Sales Canvassing?
Sales canvassing adalah aktivitas penjualan di mana tim sales secara aktif mencari dan mendatangi calon pelanggan secara langsung, baik dari rumah ke rumah, toko ke toko, maupun kantor ke kantor. Berbeda dengan penjualan pasif yang menunggu leads masuk, sales canvassing menuntut inisiatif tinggi dari tim sales untuk membuka peluang baru di lapangan.
Dalam praktiknya, sales canvassing tidak selalu bertujuan langsung untuk closing. Aktivitas ini sering menjadi langkah awal untuk memperkenalkan produk, membangun relasi, serta mengumpulkan informasi prospek. Banyak perusahaan menggunakan sales canvasser sebagai strategi penetrasi pasar, terutama saat memasuki area baru atau menawarkan produk yang belum dikenal luas. Bahkan, pendekatan langsung seperti ini terbukti mampu meningkatkan peluang respons prospek hingga lebih dari 30% dibanding kontak tanpa tatap muka.
“Door-to-door selling tetap relevan karena interaksi tatap muka membangun trust dan koneksi yang tidak bisa digantikan algoritma atau iklan digital.” sumber : knockbase.com
Tugas Utama Sales Canvassing
Sales canvassing memiliki peran penting dalam proses penjualan, terutama sebagai ujung tombak interaksi langsung dengan calon pelanggan. Aktivitas ini menuntut konsistensi, komunikasi yang baik, serta kemampuan membaca situasi di lapangan. Sebelum masuk ke detail tugasnya, penting untuk memahami bahwa setiap aktivitas canvassing berkontribusi pada kualitas pipeline penjualan secara keseluruhan.
1. Mencari & Mendatangi Prospek Secara Langsung
Tim sales secara aktif mencari calon pelanggan potensial di area yang telah ditentukan. Sales mendatangi lokasi prospek secara langsung untuk membuka percakapan awal dan memperkenalkan diri sebagai perwakilan perusahaan. Melalui kunjungan ini, bisnis dapat menjangkau pasar yang belum terjangkau oleh channel digital serta membuka peluang penjualan baru dari interaksi tatap muka.
2. Memperkenalkan Produk atau Layanan kepada Calon Pelanggan
Sales memperkenalkan produk atau layanan secara langsung dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami. Pendekatan tatap muka membantu sales menyampaikan manfaat utama produk sesuai kebutuhan prospek. Dengan komunikasi yang langsung dan personal, prospek dapat memahami nilai produk dengan lebih cepat dan menunjukkan ketertarikan sejak awal.
3. Menggali Kebutuhan Pelanggan di Lapangan
Sales menggali kebutuhan, tantangan, dan ekspektasi calon pelanggan melalui percakapan langsung. Dengan mendengarkan secara aktif, sales memahami kondisi prospek secara lebih akurat. Informasi ini membantu sales menyesuaikan penawaran agar lebih relevan dan meningkatkan peluang prospek melanjutkan ke tahap berikutnya.
4. Membangun Hubungan Awal dengan Prospek
Sales membangun hubungan awal dengan prospek melalui pendekatan yang ramah dan profesional. Interaksi yang positif membantu menciptakan kepercayaan sejak pertemuan pertama. Dengan hubungan yang baik, prospek lebih terbuka untuk menerima komunikasi lanjutan dan mempertimbangkan penawaran yang disampaikan.
5. Mengumpulkan Data & Informasi Calon Pelanggan
Sales mencatat data dan informasi calon pelanggan dari setiap kunjungan lapangan. Informasi ini mencakup profil prospek, kebutuhan yang muncul, serta potensi peluang penjualan. Data yang terkumpul menjadi dasar penting untuk proses follow up yang terarah dan penyusunan strategi penjualan selanjutnya.
Cara Kerja Sales Canvassing dalam Proses Penjualan
Agar aktivitas sales canvassing memberikan hasil yang optimal, tim sales perlu menjalankan proses kerja yang terstruktur dan konsisten. Alur kerja yang jelas membantu sales memanfaatkan waktu di lapangan secara efektif serta memudahkan manajemen dalam memantau progres penjualan. Dengan proses yang terarah, setiap kunjungan memiliki tujuan yang jelas dan mendukung pencapaian target penjualan secara menyeluruh. Berikut tahapan cara kerja sales canvassing dalam proses penjualan.
1. Menentukan Target Area & Segmen Pelanggan
Tim sales menentukan target area dan segmen pelanggan berdasarkan potensi pasar dan kriteria bisnis. Penentuan ini membantu sales memfokuskan aktivitas canvassing pada lokasi yang memiliki peluang penjualan lebih tinggi. Dengan target yang jelas, tim sales dapat mengoptimalkan rute kunjungan dan menghindari pemborosan waktu di area yang kurang potensial.
2. Persiapan Materi Penawaran & Data Produk
Sebelum turun ke lapangan, tim sales menyiapkan materi penawaran dan data produk secara lengkap. Sales memahami fitur, manfaat, dan keunggulan produk agar dapat menyampaikan informasi dengan percaya diri. Persiapan yang matang membantu sales menjawab pertanyaan prospek dengan cepat dan menjaga alur komunikasi tetap efektif selama kunjungan.
3. Kunjungan Langsung ke Lokasi Prospek
Sales melakukan kunjungan langsung ke lokasi prospek sesuai rencana yang telah disusun. Melalui interaksi tatap muka, sales membangun komunikasi yang lebih personal dan memahami situasi prospek secara langsung. Pendekatan ini membuka peluang diskusi yang lebih natural dan meningkatkan peluang prospek merespons penawaran dengan positif.
4. Presentasi & Penjelasan Produk
Sales menyampaikan presentasi produk dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi prospek. Penjelasan yang relevan membantu prospek memahami nilai produk secara lebih jelas. Dengan pendekatan personal, sales dapat membangun kepercayaan dan menciptakan minat awal yang mendorong prospek untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
5. Pencatatan Hasil Kunjungan & Tindak Lanjut
Setelah kunjungan, sales mencatat hasil interaksi secara detail, termasuk respons prospek, kebutuhan yang muncul, dan potensi peluang penjualan. Pencatatan ini membantu sales merencanakan tindak lanjut yang tepat. Data hasil kunjungan juga memudahkan manajemen dalam memantau progres dan kualitas aktivitas canvassing.
6. Follow Up Prospek hingga Closing
Sales melakukan follow up secara konsisten melalui kunjungan lanjutan atau komunikasi digital. Tindak lanjut yang tepat waktu menjaga hubungan dengan prospek tetap hangat dan meningkatkan peluang closing. Dengan follow up yang terarah, sales dapat mengawal prospek hingga proses pembelian selesai dan menghasilkan penjualan yang optimal.
Tantangan dalam Aktivitas Sales Canvassing
Sales canvassing membantu bisnis menjangkau prospek secara langsung, namun aktivitas ini juga menghadirkan sejumlah tantangan operasional. Intensitas kunjungan yang tinggi membuat tim sales harus berpindah lokasi dengan cepat, sementara manajemen tetap membutuhkan data yang rapi dan akurat. Tanpa dukungan sistem yang tepat, aktivitas lapangan berisiko tidak terkontrol dan sulit dievaluasi secara objektif. Berikut beberapa tantangan utama yang sering dihadapi dalam aktivitas sales canvassing.
1. Sulit Mencatat Aktivitas Sales Secara Manual
Tim sales sering mencatat aktivitas kunjungan secara manual di buku catatan atau spreadsheet. Cara ini membuat data mudah tercecer dan sulit diperbarui secara real time. Saat sales melakukan banyak kunjungan dalam satu hari, risiko lupa mencatat detail interaksi semakin besar dan berdampak pada kualitas data penjualan.
2. Follow Up Prospek Tidak Konsisten
Tanpa sistem pengingat yang terstruktur, tim sales sering melewatkan jadwal follow up. Sales harus mengingat sendiri kapan harus menghubungi kembali prospek, sehingga konsistensi komunikasi menurun. Kondisi ini menyebabkan peluang penjualan tertunda atau bahkan hilang sebelum mencapai tahap closing.
3. Data Prospek Berpotensi Hilang atau Tidak Lengkap
Sales sering menyimpan data prospek di berbagai tempat, seperti catatan pribadi, chat, atau file terpisah. Cara ini membuat manajemen sulit mengakses data secara menyeluruh. Ketika sales berpindah tim atau meninggalkan perusahaan, bisnis berisiko kehilangan data prospek yang bernilai.
4. Sulit Memantau Kinerja Sales Lapangan
Manajemen kesulitan memantau aktivitas dan produktivitas tim sales lapangan secara real time. Tanpa visibilitas yang jelas, perusahaan tidak dapat memastikan apakah sales menjalankan kunjungan sesuai target area dan rencana kerja. Kondisi ini menyulitkan proses evaluasi dan pengambilan keputusan.
5. Proses Pelaporan yang Memakan Waktu
Tim sales menghabiskan waktu cukup lama untuk menyusun laporan aktivitas secara manual. Proses ini sering menghasilkan laporan yang terlambat dan kurang akurat. Akibatnya, manajemen tidak mendapatkan gambaran kondisi lapangan yang aktual untuk menyusun strategi penjualan selanjutnya.
Mengelola Sales Canvassing Lebih Efektif dengan Barantum CRM
Mengelola sales canvassing secara manual membuat tim sales sulit menjaga konsistensi dan akurasi data. Dengan sistem yang terintegrasi, aktivitas lapangan dapat tercatat otomatis dan mudah dievaluasi. Pendekatan ini membantu bisnis meningkatkan produktivitas tim sales serta mempercepat proses penjualan secara keseluruhan.
Fitur Barantum CRM untuk Mendukung Sales Canvassing

Agar aktivitas sales canvassing berjalan optimal, tim sales memerlukan sistem yang mampu mencatat, memantau, dan mengelola seluruh aktivitas lapangan secara real time. Barantum CRM menyediakan rangkaian fitur yang membantu tim sales bekerja lebih efisien, menjaga konsistensi follow up, serta memudahkan manajemen dalam memantau kinerja penjualan. Berikut fitur utama yang mendukung aktivitas sales canvassing secara menyeluruh.
1. Database Prospek & Pelanggan Terpusat
Barantum CRM menyimpan seluruh data prospek dan pelanggan dalam satu database terpusat. Tim sales mengakses informasi pelanggan dengan cepat, mulai dari data kontak hingga riwayat kunjungan. Dengan data yang tersusun rapi, tim sales dapat melakukan follow up secara lebih tepat tanpa kehilangan konteks interaksi sebelumnya.
2. Aplikasi Mobile Sales & Offline Mode
Tim sales menggunakan aplikasi mobile Barantum CRM untuk mencatat aktivitas canvassing langsung dari lapangan. Saat koneksi internet terbatas, sales tetap mencatat data menggunakan offline mode dan sistem akan menyinkronkan data secara otomatis ketika koneksi kembali tersedia. Fitur ini memastikan pencatatan aktivitas tetap berjalan tanpa hambatan.
3. Live GPS Tracking, Heatmap Area & Check In–Check Out
Barantum CRM membantu manajemen memantau pergerakan sales lapangan secara real time melalui fitur live GPS tracking. Heatmap area menampilkan sebaran aktivitas canvassing di setiap wilayah, sementara fitur check in–check out memastikan setiap kunjungan tercatat dengan jelas. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat mengoptimalkan pembagian area dan rute kunjungan sales.
4. Manajemen Survey & Form Kunjungan Digital
Tim sales mengisi form kunjungan dan survey digital langsung melalui aplikasi. Barantum CRM menyederhanakan proses pengumpulan data lapangan dan menjaga konsistensi format laporan. Dengan form digital, perusahaan dapat mengurangi kesalahan input data dan mempercepat proses analisis hasil kunjungan.
5. Sales Activity & Activity Timeline Terintegrasi
Barantum CRM mencatat seluruh aktivitas sales, seperti kunjungan, panggilan, dan follow up, dalam activity timeline terintegrasi. Tim sales dan manajemen melihat riwayat interaksi secara kronologis tanpa harus membuka laporan terpisah. Fitur ini memudahkan evaluasi aktivitas dan kelanjutan komunikasi dengan prospek.
6. Reminder & Notifikasi Follow Up Otomatis
Barantum CRM mengirimkan reminder dan notifikasi otomatis kepada tim sales sesuai jadwal follow up yang telah ditentukan. Dengan pengingat ini, tim sales menjaga konsistensi komunikasi dan mengurangi risiko prospek terlewat. Proses follow up menjadi lebih disiplin dan terukur.
7. Pipeline Penjualan untuk Pantau Status Prospek
Barantum CRM menampilkan status prospek dalam pipeline penjualan yang jelas dan mudah dipantau. Tim sales memindahkan prospek dari satu tahap ke tahap berikutnya sesuai progres penjualan. Dengan pipeline ini, manajemen dapat memantau peluang closing dan memproyeksikan hasil penjualan secara lebih akurat.
8. Integrasi WhatsApp API untuk Follow Up Cepat
Barantum CRM mengintegrasikan WhatsApp API agar tim sales dapat berkomunikasi dengan prospek langsung dari satu platform. Tim sales mengirim pesan follow up dengan cepat tanpa berpindah aplikasi. Seluruh riwayat percakapan tercatat otomatis untuk memudahkan tindak lanjut berikutnya.
9. Laporan Aktivitas & KPI Sales Lapangan
Barantum CRM menyajikan laporan aktivitas dan KPI sales lapangan secara real time. Manajemen memantau jumlah kunjungan, efektivitas follow up, dan pencapaian target sales dalam satu dashboard. Dengan laporan ini, perusahaan dapat mengambil keputusan berbasis data untuk meningkatkan performa tim sales canvassing.
Keunggulan Menggunakan Barantum CRM untuk Sales Canvassing
Barantum CRM membantu bisnis mengelola aktivitas sales canvassing secara lebih terstruktur, terukur, dan profesional. Dengan sistem yang terintegrasi, tim sales dapat bekerja lebih fokus di lapangan, sementara manajemen memperoleh visibilitas penuh terhadap proses penjualan. Berikut keunggulan utama yang dapat Anda rasakan saat menggunakan Barantum CRM untuk mendukung sales canvassing.
1. Mempermudah Monitoring Aktivitas Sales Lapangan
Barantum CRM memudahkan manajemen memantau aktivitas sales lapangan secara real time. Tim sales mencatat kunjungan, follow up, dan hasil canvassing langsung ke sistem, sehingga manajemen tidak perlu menunggu laporan manual. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat memastikan setiap aktivitas sales berjalan sesuai rencana dan target area yang telah ditentukan.
2. Data Prospek Lebih Rapi & Terintegrasi
Barantum CRM menyimpan seluruh data prospek dan pelanggan dalam satu database terpusat. Tim sales mengakses informasi prospek dengan cepat tanpa mencari catatan terpisah. Pengelolaan data yang rapi membantu mengurangi risiko data hilang, duplikasi, atau informasi yang tidak lengkap, sehingga proses follow up berjalan lebih efektif.
3. Membantu Evaluasi Kinerja Sales Secara Akurat
Barantum CRM menyajikan data aktivitas dan performa sales secara real time. Manajemen menggunakan data ini untuk mengevaluasi jumlah kunjungan, tingkat follow up, dan hasil penjualan secara objektif. Dengan evaluasi berbasis data, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kinerja tim sales.
4. Visibilitas Area & Pergerakan Sales Secara Real-Time
Barantum CRM memberikan visibilitas penuh terhadap area kerja dan pergerakan sales lapangan. Fitur pelacakan membantu manajemen memahami distribusi aktivitas sales di setiap wilayah. Dengan informasi ini, perusahaan dapat mengoptimalkan pembagian area, menghindari tumpang tindih kunjungan, dan meningkatkan efektivitas canvassing.
5. Cocok untuk Tim Sales Lapangan maupun Sales Inbound
Barantum CRM mendukung berbagai model penjualan, baik sales lapangan maupun sales inbound. Sistem yang fleksibel memungkinkan tim menyesuaikan alur kerja sesuai kebutuhan bisnis. Dengan satu platform terintegrasi, perusahaan dapat mengelola seluruh aktivitas sales tanpa harus menggunakan sistem terpisah.
6. Dukungan Pelatihan & After Sales Terbaik
Tim Barantum memberikan pelatihan dan pendampingan agar perusahaan dapat menggunakan sistem secara optimal. Dukungan after sales yang responsif membantu tim sales menyelesaikan kendala teknis dengan cepat. Dengan pendampingan ini, perusahaan dapat memastikan sistem berjalan lancar dalam jangka panjang.
7. Keamanan Data Berstandar ISO 27001 & 9001
Barantum CRM menerapkan standar keamanan ISO 27001 dan ISO 9001 untuk melindungi data bisnis. Sistem ini menjaga kerahasiaan, integritas, dan keamanan informasi penjualan secara menyeluruh. Dengan keamanan berstandar internasional, perusahaan dapat menjalankan aktivitas sales canvassing dengan lebih aman dan profesional.
Berapa Biaya Menggunakan Barantum CRM?
Setiap bisnis memiliki kebutuhan penjualan dan operasional yang berbeda. Karena itu, Barantum CRM menawarkan skema biaya yang fleksibel agar Anda dapat menyesuaikan fitur dan kapasitas sistem dengan skala bisnis serta aktivitas sales yang dijalankan. Dengan struktur harga yang transparan, Anda dapat mengontrol anggaran tanpa mengorbankan efektivitas tim sales.
1. Biaya Langganan Per Bulan sesuai Kebutuhan Bisnis
Barantum CRM menyediakan beberapa pilihan paket berlangganan bulanan yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan tim dan kompleksitas proses penjualan.
Paket Standard mulai dari Rp897.000 per bulan untuk 3 pengguna. Paket ini cocok untuk bisnis UMKM hingga menengah yang ingin mulai menata aktivitas sales, mencatat prospek, dan memantau pipeline penjualan secara rapi.
Untuk Paket Professional tersedia mulai Rp1.797.000 per bulan untuk 3 pengguna. Paket ini mendukung tim sales yang membutuhkan fitur otomatisasi, pengelolaan pipeline yang lebih kompleks, serta monitoring aktivitas sales lapangan secara lebih detail.
Sementara Paket Enterprise menggunakan skema harga berbasis konsultasi. Perusahaan berskala besar memilih paket ini untuk mendapatkan kustomisasi fitur, integrasi lanjutan, serta dukungan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional internal.
Dengan pilihan paket ini, bisnis dapat berkembang tanpa harus mengganti sistem saat kebutuhan meningkat.
2. Biaya Kustom Laporan / Integrasi Tambahan (Opsional)
Selain paket berlangganan, Barantum CRM juga menyediakan opsi kustom untuk bisnis dengan kebutuhan khusus. Perusahaan dapat menambahkan laporan KPI tertentu, workflow khusus, atau integrasi dengan sistem lain yang sudah digunakan. Tim Barantum menyesuaikan biaya kustom berdasarkan tingkat kompleksitas implementasi, sehingga Anda tetap dapat mengoptimalkan sistem tanpa mengganggu alur kerja yang sudah berjalan.
Dengan kombinasi paket fleksibel dan opsi kustom ini, Barantum CRM membantu Anda mengelola sales canvassing dan aktivitas penjualan secara optimal tanpa risiko biaya tersembunyi.
Jadwalkan Demo dengan Barantum Sekarang
Jika Anda ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan sales canvassing bisa menjadi lebih rapi, terukur, dan mudah dipantau, jadwalkan demo sekarang. Temukan bagaimana Barantum CRM membantu tim sales Anda bekerja lebih produktif dan konsisten di lapangan.
Tertarik dengan Barantum?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang Sales Canvassing
Apa itu sales canvassing?
Sales canvassing adalah metode penjualan di mana tim sales secara aktif mendatangi calon pelanggan secara langsung, misalnya ke toko, kantor, perumahan, atau UMKM. Tujuannya untuk mengenalkan produk atau layanan, membangun relasi, menggali kebutuhan, dan membuka peluang penjualan tanpa menunggu prospek datang terlebih dulu.
Apa manfaat sales canvassing bagi pertumbuhan bisnis?
Sales canvassing membantu bisnis menjangkau prospek baru secara aktif, meningkatkan brand awareness di lapangan, dan mempercepat konversi karena mengandalkan interaksi tatap muka yang lebih personal. Selain itu, tim sales bisa mendapatkan feedback langsung dari pasar dan melatih skill komunikasi, negosiasi, serta presentasi secara nyata.
Bagaimana cara kerja sales canvassing di lapangan?
Cara kerja sales canvassing dimulai dari menyusun daftar target dan wilayah kunjungan, lalu melakukan pendekatan langsung ke prospek. Setiap kunjungan harus menghasilkan data leads seperti kontak, kebutuhan, dan potensi follow-up. Setelah itu, tim melakukan tindak lanjut terjadwal untuk menjaga minat prospek hingga terjadi closing.
Apa saja tugas utama sales canvasser?
Tugas utama sales canvasser meliputi mencari prospek baru, melakukan pendekatan langsung, mempresentasikan produk atau layanan, mengumpulkan data pelanggan, melakukan follow-up, dan melaporkan hasil kunjungan. Setiap aktivitas tersebut berkontribusi pada ekspansi pasar, pembukaan peluang penjualan baru, dan penguatan citra brand di lapangan.
Bagaimana Barantum CRM membantu tim sales canvassing?
Barantum CRM membantu tim sales canvassing dengan pelacakan aktivitas kunjungan secara real-time, input data prospek langsung dari lokasi, monitoring performa harian, serta otomatisasi reminder dan follow-up. Seluruh aktivitas canvassing terhubung ke pipeline penjualan sehingga perjalanan prospek dari kunjungan pertama hingga closing dapat dipantau dalam satu sistem terintegrasi.

CRM Specialist and SEO Content Writer.
As CRM Specialist and SEO Content Writer I craft compelling content that enhances brand identity and drives engagement, leveraging my expertise to connect with audiences and boost conversions.