Dapatkan Aplikasi AI CRM Terbaik untuk Bisnis Anda

Kelola pelanggan lebih cepat dan efisien dengan aplikasi AI CRM yang otomatis, mudah digunakan, dan siap tingkatkan penjualan bisnis Anda.
CRM AI

Apa Itu Sales Pipeline? Tahapan & Cara Kerjanya

Memahami Sales Pipeline, Tahapan, dan Cara Penerapannya (1)

Highlight

  • Sales pipeline adalah visual tahapan penjualan yang membantu tim sales memantau posisi prospek dan menjaga proses closing tetap terkontrol.

  • Pipeline yang terkelola rapi membuat tim sales fokus pada peluang paling potensial dan meningkatkan konversi melalui follow up yang konsisten.

  • Perbedaan funnel dan pipeline terletak pada sudut pandang, funnel fokus perjalanan calon pelanggan, sedangkan pipeline fokus aktivitas kerja sales.

  • Barantum CRM membantu mengelola pipeline secara terpusat, real time, dan terstruktur agar tim sales bekerja lebih produktif dan efisien.

  • Fitur automation, lead scoring, dan activity tracking di Barantum CRM mempercepat follow up dan membantu tim sales fokus pada prospek paling potensial.

Dalam dunia penjualan modern, tim sales tidak lagi bisa bekerja hanya mengandalkan insting atau catatan manual. Persaingan yang semakin ketat menuntut proses penjualan yang rapi, terukur, dan mudah dipantau. Di sinilah konsep sales pipeline menjadi sangat penting untuk membantu bisnis memahami posisi setiap prospek dalam perjalanan menuju pembelian.

Dengan sales pipeline, Anda dapat melihat gambaran jelas proses penjualan dari awal hingga akhir. Tidak hanya membantu tim sales bekerja lebih fokus, pipeline juga memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan berbasis data. Bahkan, banyak bisnis melaporkan peningkatan konversi hingga 20–30% setelah menerapkan pengelolaan pipeline yang terstruktur karena proses follow up menjadi lebih konsisten dan tepat sasaran.

Apa Itu Sales Pipeline?

Sales pipeline adalah visualisasi tahapan proses penjualan yang menunjukkan perjalanan prospek sejak pertama kali masuk sebagai leads hingga akhirnya menjadi pelanggan. Pipeline ini biasanya disusun dalam beberapa tahap yang merepresentasikan aktivitas utama tim sales, seperti kualifikasi leads, presentasi, negosiasi, hingga closing.

Dengan memahami apa itu sales pipeline, Anda dapat mengetahui di mana posisi setiap prospek secara real time. Hal ini membuat tim sales lebih mudah menentukan prioritas, sementara manajemen bisa memantau performa penjualan secara menyeluruh. Tanpa pipeline yang jelas, proses penjualan cenderung tidak terkontrol, rawan terlewat follow up, dan sulit dievaluasi secara objektif.

Fungsi Sales Pipeline dalam Proses Penjualan

Sales pipeline bukan sekadar diagram alur, melainkan alat strategis yang berperan besar dalam efektivitas penjualan. Dengan pipeline yang terstruktur, setiap aktivitas sales menjadi lebih terarah dan terukur. Berikut beberapa fungsi utama sales pipeline yang penting untuk dipahami sebelum Anda menerapkannya dalam bisnis.

1. Memvisualisasikan Progres Penjualan secara Jelas

Sales pipeline membantu Anda melihat progres setiap prospek dalam satu tampilan yang mudah dipahami. Dari tahap awal hingga closing, semua aktivitas tercatat dengan rapi. Visualisasi ini membuat tim sales mengetahui langkah selanjutnya tanpa harus menebak-nebak. Selain itu, manajer dapat dengan cepat mengidentifikasi hambatan penjualan yang sering terjadi di tahap tertentu.

2. Membantu Sales Fokus pada Peluang Potensial

Tidak semua leads memiliki peluang yang sama untuk menjadi pelanggan. Dengan sales pipeline, tim sales dapat memfokuskan waktu dan energi pada prospek yang paling potensial. Hal ini mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan produktivitas tim secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Akurasi Perkiraan Penjualan (Forecast)

Pipeline yang dikelola dengan baik memungkinkan bisnis membuat perkiraan penjualan yang lebih akurat. Berdasarkan data historis dan posisi prospek di pipeline, Anda dapat memperkirakan potensi pendapatan dalam periode tertentu. Ini sangat membantu dalam perencanaan strategi bisnis dan target penjualan.

4. Mengoptimalkan Strategi Follow Up Prospek

Sales pipeline memastikan tidak ada prospek yang terlewat untuk ditindaklanjuti. Setiap aktivitas follow up tercatat dengan jelas, sehingga tim sales tahu kapan dan bagaimana harus menghubungi prospek. Konsistensi follow up ini terbukti meningkatkan peluang closing secara signifikan.

Baca juga: 15 Tips Cara Follow Up Customer yang Efektif Hingga Closing

5. Membantu Evaluasi Kinerja Tim Sales

Dengan pipeline, kinerja tim sales dapat dievaluasi secara objektif. Anda bisa melihat berapa banyak leads yang berhasil berpindah tahap, tingkat konversi, hingga rata-rata waktu closing. Data ini sangat berguna untuk evaluasi dan pengembangan strategi penjualan ke depan.CTA Funneling

Perbedaan Sales Funnel dan Sales Pipeline

Aspek

Sales Funnel

Sales Pipeline

Fokus Utama

Perjalanan calon pelanggan

Proses kerja tim sales

Sudut Pandang

Marketing & customer journey

Aktivitas & progres sales

Tujuan

Mengukur konversi leads

Mengelola & menutup peluang

Bentuk Visual

Menyempit dari atas ke bawah

Tahapan berurutan

Digunakan Oleh

Tim Marketing

Tim Sales

Output Utama

Jumlah leads & konversi

Nilai deal & forecast penjualan

 

Sales funnel dan sales pipeline sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda. Sales funnel menggambarkan perjalanan calon pelanggan dari sudut pandang marketing, mulai dari awareness hingga keputusan pembelian. Sementara itu, sales pipeline lebih berfokus pada aktivitas dan tahapan yang dilakukan oleh tim sales dalam mengelola prospek.

Tahapan Sales Pipeline yang Umum Digunakan dalam Bisnis

Setiap bisnis memiliki karakteristik proses penjualan yang berbeda. Namun, sebagian besar bisnis menggunakan tahapan sales pipeline yang serupa untuk memastikan proses penjualan berjalan lebih terarah dan terukur. Dengan memahami setiap tahapan sales pipeline, Anda dapat menyusun strategi penjualan yang lebih efektif, mengoptimalkan aktivitas tim sales, serta meningkatkan peluang konversi di setiap tahap.

1. Lead Generation

Lead generation menjadi tahap awal dalam sales pipeline, di mana bisnis mengumpulkan data calon pelanggan dari berbagai sumber, seperti website, media sosial, iklan digital, hingga event offline. Pada tahap ini, tim marketing dan sales bekerja sama untuk menarik perhatian calon pelanggan. Semakin berkualitas leads yang dihasilkan, semakin besar peluang prospek melanjutkan ke tahap berikutnya.

Baca juga: Lead Generation: Pengertian & Cara Meningkatkannya

2. Lead Qualification

Setelah leads terkumpul, tim sales melakukan proses lead qualification untuk menilai potensi setiap prospek. Tim sales menganalisis kebutuhan, anggaran, dan minat calon pelanggan. Dengan kualifikasi yang tepat, tim dapat memfokuskan upaya penjualan pada leads yang paling berpeluang melakukan pembelian.

3. Penawaran & Presentasi

Pada tahap ini, tim sales menyampaikan penawaran atau melakukan presentasi produk kepada prospek yang telah lolos kualifikasi. Sales menjelaskan manfaat, fitur, dan nilai solusi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pendekatan yang relevan dan jelas membantu membangun kepercayaan prospek.

4. Negosiasi

Tahap negosiasi melibatkan diskusi terkait harga, fitur, atau skema kerja sama. Tim sales berperan aktif dalam menjawab keberatan dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Komunikasi yang terbuka dan pemahaman kebutuhan pelanggan sangat membantu mempercepat proses negosiasi.

5. Closing Penjualan

Closing penjualan terjadi ketika prospek menyetujui penawaran dan resmi menjadi pelanggan. Pada tahap ini, tim sales memastikan seluruh kesepakatan berjalan lancar, mulai dari administrasi hingga pembayaran. Closing menandai keberhasilan sales pipeline yang dikelola dengan baik.

Baca juga: Strategi dan Cara Meningkatkan Closing Rate dengan CRM

6. After Sales & Retensi Pelanggan

Sales pipeline tidak berhenti setelah closing. Tim sales dan customer service perlu menjaga hubungan dengan pelanggan melalui layanan after sales. Pendekatan ini membantu meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun loyalitas, dan membuka peluang repeat order atau upselling di masa depan.

Mengelola Sales Pipeline Lebih Efektif dengan Barantum CRM

Mengelola sales pipeline secara manual sering membuat proses penjualan berjalan tidak konsisten. Data prospek mudah tercecer, aktivitas follow up sering terlewat, dan tim sales kesulitan memantau progres penjualan secara menyeluruh. Kondisi ini dapat memperlambat proses closing dan menurunkan produktivitas tim sales.

Dengan menggunakan Barantum CRM, Anda dapat mengelola sales pipeline secara lebih efektif dan terukur. Seluruh data leads, aktivitas sales, dan tahapan penjualan tersimpan dalam satu sistem terpusat. Tim sales dapat langsung mengetahui posisi setiap prospek, menentukan prioritas follow up, dan menjalankan proses penjualan dengan lebih terarah. Hasilnya, proses kerja menjadi lebih rapi, transparan, dan mudah dievaluasi oleh manajemen.

Melalui dashboard visual yang informatif, Barantum CRM membantu Anda memantau performa sales pipeline secara real time. Anda dapat mengidentifikasi hambatan penjualan sejak dini dan segera mengambil tindakan yang tepat. Dengan pengelolaan pipeline yang lebih efektif, tim sales dapat fokus pada peluang yang paling potensial dan meningkatkan peluang closing secara konsisten.

Fitur Barantum CRM untuk Mengelola Sales Pipeline

Sebagai solusi CRM terintegrasi, Barantum menyediakan berbagai fitur yang membantu tim sales mengelola sales pipeline secara lebih rapi, terukur, dan efisien. Setiap fitur dirancang untuk mendukung aktivitas penjualan harian agar tim sales dapat fokus pada peluang yang paling potensial dan mempercepat proses closing.

1. Manajemen Pipeline Penjualan Terstruktur

Barantum CRM memungkinkan Anda menyusun tahapan sales pipeline secara sistematis sesuai alur bisnis. Tim sales dapat memindahkan prospek dari satu tahap ke tahap berikutnya dengan mudah. Dengan tampilan visual yang jelas, Anda bisa memantau progres penjualan secara real time tanpa harus membuka banyak laporan terpisah.

Baca juga: Pipeline Management: Pengertian & Manfaatnya Bagi Bisnis

2. Tracking Sumber Leads & Campaign Marketing

Melalui fitur ini, Anda dapat mengetahui dari mana asal setiap leads, baik dari website, iklan digital, media sosial, maupun campaign marketing lainnya. Data ini membantu tim marketing dan sales mengevaluasi channel yang paling efektif dalam menghasilkan leads berkualitas.

3. Manajemen Leads & Database Pelanggan Terpusat

Barantum CRM menyimpan seluruh data leads dan pelanggan dalam satu database terpusat. Tim sales dapat mengakses informasi pelanggan dengan cepat, mulai dari data kontak hingga riwayat interaksi. Hal ini mengurangi risiko data tercecer dan meningkatkan kecepatan respon ke prospek.

Baca juga: Leads Management System: Fungsi dan Manfaatnya

4. Segmentasi Data Pelanggan Berdasarkan Pipeline

Anda dapat mengelompokkan data pelanggan berdasarkan tahap pipeline, minat, atau karakteristik tertentu. Segmentasi ini membantu tim sales menyusun pendekatan yang lebih relevan dan personal sesuai kondisi masing-masing prospek.

5. Leads Scoring Otomatis untuk Prioritas Follow Up

Sistem leads scoring otomatis membantu tim sales menilai tingkat potensi setiap leads. Dengan skor yang jelas, sales dapat memprioritaskan prospek dengan peluang closing tertinggi. Hasilnya, waktu dan energi tim sales digunakan secara lebih efektif.

6. Distribusi Leads Otomatis & Merata ke Tim Sales

Barantum CRM mendistribusikan leads secara otomatis dan merata ke tim sales. Fitur ini membantu mencegah penumpukan leads pada satu sales dan memastikan setiap peluang ditangani dengan cepat. Proses ini juga meningkatkan keadilan dan produktivitas tim.

7. Workflow Automation untuk Proses Berulang

Workflow automation membantu Anda mengotomatiskan proses penjualan yang berulang, seperti follow up, pengiriman notifikasi, atau perubahan status pipeline. Dengan otomatisasi ini, tim sales dapat menghemat waktu dan fokus pada aktivitas yang bernilai lebih tinggi.

Baca juga: Follow Up Automation: Solusi Follow Up Tanpa Ribet

8. Activity Timeline untuk Riwayat Follow Up Lengkap

Setiap aktivitas sales, seperti panggilan, chat, atau meeting, tercatat dalam activity timeline. Riwayat ini memudahkan tim sales melanjutkan komunikasi tanpa kehilangan konteks. Manajer juga dapat memantau aktivitas tim secara lebih transparan.

9. Integrasi WhatsApp, Ecommerce & Channel Penjualan Lainnya

Barantum CRM mengintegrasikan berbagai channel penjualan, termasuk WhatsApp dan platform ecommerce. Tim sales dapat berkomunikasi dengan prospek langsung dari satu dashboard. Integrasi ini mempercepat respon dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

10. Laporan Pipeline, Konversi Leads & Forecast Penjualan

Fitur laporan membantu Anda menganalisis performa sales pipeline secara menyeluruh. Anda dapat melihat tingkat konversi leads, progres penjualan, hingga forecast pendapatan. Data ini memudahkan manajemen menyusun strategi penjualan yang lebih tepat.

Setiap fitur Barantum CRM dirancang untuk membantu tim sales bekerja lebih produktif dan konsisten. Dengan pengelolaan sales pipeline yang terstruktur, Anda dapat memaksimalkan peluang closing sekaligus meningkatkan kinerja penjualan secara berkelanjutan.

Keunggulan Mengelola Sales Pipeline dengan Barantum CRM

AI Agent Barantum untuk Layanan Pelanggan Lebih CerdasMengelola sales pipeline secara manual sering membuat proses penjualan tidak konsisten dan sulit dipantau. Untuk mengatasi tantangan tersebut, banyak bisnis memilih menggunakan Barantum CRM sebagai solusi yang lebih modern dan terintegrasi. Berikut beberapa keunggulan utama yang bisa Anda rasakan saat mengelola sales pipeline menggunakan Barantum CRM.

1. Pipeline Penjualan Lebih Terstruktur & Transparan

Barantum CRM membantu Anda menyusun tahapan pipeline penjualan secara rapi dan sistematis. Setiap prospek tercatat jelas di tahap yang sesuai, sehingga tim sales dapat langsung mengetahui progres penjualan tanpa kebingungan. Transparansi ini memudahkan manajer memantau performa tim dan mengambil keputusan lebih cepat berdasarkan data yang akurat.

2. Mudah Digunakan & Dapat Disesuaikan dengan Alur Bisnis

Antarmuka Barantum CRM dirancang user-friendly sehingga tim sales dapat menggunakannya tanpa proses belajar yang rumit. Selain itu, Anda bisa menyesuaikan alur sales pipeline sesuai dengan proses bisnis yang sudah berjalan. Fleksibilitas ini membuat CRM tetap relevan untuk berbagai jenis dan skala bisnis.

3. Membantu Meningkatkan Rasio Closing

Dengan pipeline yang jelas dan terpantau, tim sales dapat fokus pada prospek yang paling potensial. Sistem pengingat dan pencatatan aktivitas membantu sales melakukan follow up tepat waktu. Pendekatan ini terbukti membantu meningkatkan rasio closing karena setiap peluang ditangani secara lebih terarah.

4. Terintegrasi dengan CRM, WhatsApp & Call Center

Barantum CRM mengintegrasikan berbagai channel komunikasi seperti WhatsApp dan call center dalam satu sistem. Tim sales dapat berkomunikasi dengan prospek tanpa berpindah platform, sehingga proses penjualan berjalan lebih cepat dan efisien. Semua riwayat interaksi juga tersimpan otomatis untuk memudahkan tindak lanjut.

5. Harga Transparan & Fleksibel sesuai Kebutuhan

Anda dapat memilih paket layanan sesuai kebutuhan bisnis tanpa biaya tersembunyi. Skema harga yang transparan dan fleksibel membantu bisnis mengontrol anggaran sekaligus tetap mendapatkan fitur yang dibutuhkan untuk mengelola sales pipeline secara optimal.

6. Dukungan Pelatihan & After Sales Terbaik

Barantum tidak hanya menyediakan sistem, tetapi juga dukungan pelatihan bagi pengguna. Tim Anda akan mendapatkan panduan penggunaan CRM secara optimal, ditambah layanan after sales yang responsif untuk memastikan sistem berjalan lancar dalam jangka panjang.

7. Keamanan Data Berstandar ISO 27001 & 9001

Keamanan data menjadi prioritas utama. Barantum CRM menerapkan standar keamanan ISO 27001 dan ISO 9001 untuk melindungi data pelanggan dan penjualan Anda. Dengan sistem keamanan yang terjamin, Anda dapat menjalankan aktivitas bisnis dengan lebih tenang dan profesional.

CTA Funneling

Berapa Biaya Menggunakan Barantum CRM untuk Sales Pipeline?

Sebelum menggunakan Barantum CRM untuk mengelola marketing pipeline, bisnis perlu memahami struktur biaya yang transparan dan fleksibel. Barantum merancang skema harga agar Anda dapat menyesuaikan fitur dan kapasitas sistem dengan skala operasional, tanpa membebani anggaran pemasaran.

1. Biaya Langganan Per Bulan sesuai Kebutuhan Bisnis

Barantum CRM menyediakan beberapa pilihan paket berlangganan bulanan yang mendukung pengelolaan marketing pipeline secara terstruktur.

Paket Standard tersedia mulai Rp897.000 per bulan untuk 3 user. Paket ini cocok untuk bisnis UMKM hingga menengah yang ingin mulai menata marketing pipeline, mengelola leads secara rapi, serta memantau proses konversi dari campaign pemasaran.

Untuk Paket Professional ditawarkan mulai Rp1.797.000 per bulan untuk 3 user. Paket ini dilengkapi fitur otomatisasi yang membantu tim marketing dan sales mempercepat proses follow up, segmentasi leads, serta pengelolaan pipeline yang lebih efisien dan terukur.

Sementara itu, Paket Enterprise menggunakan skema harga berbasis konsultasi. Paket ini dirancang untuk bisnis dengan kebutuhan marketing pipeline yang lebih kompleks, volume leads besar, serta kebutuhan integrasi dan kustomisasi lanjutan sesuai proses internal perusahaan.

2. Biaya Kustom Workflow & Integrasi Tambahan (Opsional)

Jika bisnis Anda membutuhkan laporan marketing pipeline yang lebih spesifik atau integrasi tambahan dengan tools marketing lainnya, Barantum menyediakan layanan kustom sesuai kebutuhan. Biaya ini bersifat opsional dan sesuai dengan tingkat kompleksitas implementasi, tanpa mengganggu sistem utama yang sudah berjalan.

Dengan struktur biaya yang jelas dan fleksibel, Barantum CRM membantu bisnis mengelola marketing pipeline secara optimal tanpa risiko biaya tersembunyi.

Jadwalkan Demo dengan Barantum Sekarang

Jika Anda ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan sales pipeline bisa menjadi lebih mudah dan terkontrol, menjadwalkan demo adalah langkah terbaik. Dengan demo, Anda dapat memahami fitur, alur kerja, dan manfaat CRM secara langsung sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Tertarik dengan Barantum?

all product
Jangan tunggu nanti, perubahan besar dimulai dari langkah kecil hari ini! Dapatkan uji coba gratis 7 hari. Daftar dan buat akun Barantum CRM Anda sekarang.

Pertanyaan Yang Sering DIajukan (FAQ) Tentang Sales Pipeline

Apa yang dimaksud dengan sales pipeline?

Sales pipeline adalah visualisasi tahapan proses penjualan yang menunjukkan perjalanan prospek dari leads hingga menjadi pelanggan.

Apa fungsi utama sales pipeline bagi tim sales?

Sales pipeline membantu tim sales memantau progres prospek, menentukan prioritas follow up, meningkatkan produktivitas, dan menjaga proses penjualan tetap terukur.

Apa perbedaan sales funnel dan sales pipeline?

Sales funnel berfokus pada perjalanan calon pelanggan dari sisi marketing, sedangkan sales pipeline berfokus pada aktivitas dan tahapan kerja tim sales.

Apa saja tahapan sales pipeline yang umum digunakan?

Tahapan sales pipeline umumnya meliputi lead generation, lead qualification, penawaran atau presentasi, negosiasi, closing penjualan, serta after sales.

Bagaimana Barantum CRM membantu mengelola sales pipeline?

Barantum CRM membantu mengelola sales pipeline secara terpusat dan real time, memudahkan monitoring prospek, follow up, analisis performa, dan forecast penjualan.

CRM AI

Ingin tahu lebih lanjut?

1
Scan the code