- Healthcare CRM membantu fasilitas kesehatan mengelola data pasien, komunikasi, dan proses follow up dalam satu platform terpusat.
- Healthcare CRM mempermudah pengelolaan data pasien, meningkatkan efektivitas follow up, hingga membantu meningkatkan retensi pasien.
- Perbedaan utama healthcare CRM dibanding proses manual terletak pada otomatisasi, visibilitas data, dan monitoring kinerja secara real-time.
- Healthcare CRM modern mampu mengotomatisasi alur komunikasi pasien mulai dari inquiry hingga kontrol berkala.
- Barantum Healthcare CRM menyediakan solusi lengkap untuk mengelola komunikasi pasien, reminder, dan monitoring operasional dalam satu sistem.
- Dengan fitur yang lengkap, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman pasien yang lebih baik.
Fasilitas kesehatan kini menerima pertanyaan pasien dari berbagai kanal, seperti WhatsApp, Instagram, telepon, website, hingga formulir online. Sayangnya, ketika seluruh komunikasi masih dikelola secara manual, risiko follow up yang terlewat, data pasien tersebar, dan jadwal kontrol yang terlupakan menjadi semakin besar. Akibatnya, calon pasien dapat beralih ke fasilitas kesehatan lain yang memberikan respons lebih cepat.
Karena itu, semakin banyak rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga praktik dokter mulai memanfaatkan healthcare CRM sebagai sistem yang mampu menyatukan data pasien, mengotomatisasi komunikasi, serta membantu tim memberikan pelayanan yang lebih konsisten sejak pasien pertama kali menghubungi hingga melakukan kontrol berkala.
“90% pelanggan menganggap respons yang cepat sangat penting ketika menghubungi sebuah bisnis, dan 60% mengharapkan respons dalam waktu kurang dari 10 menit. Keterlambatan follow up meningkatkan risiko pelanggan beralih ke penyedia layanan lain yang merespons lebih cepat.” Sumber: HubSpot
Daftar Isi
Apa Itu Healthcare CRM?
Healthcare CRM adalah sistem Customer Relationship Management yang dirancang untuk membantu fasilitas kesehatan mengelola hubungan dengan pasien melalui pengelolaan data, komunikasi, follow up, hingga monitoring perjalanan pasien dalam satu platform. Berbeda dengan sistem rekam medis, healthcare CRM berfokus pada peningkatan pengalaman pasien dan efisiensi proses komunikasi.
Healthcare CRM memungkinkan setiap interaksi pasien terdokumentasi dengan baik. Mulai dari pertanyaan awal, proses booking, konsultasi, hingga jadwal kontrol berikutnya dapat dipantau secara lebih terstruktur. Dengan begitu, setiap anggota tim memiliki informasi yang sama ketika melayani pasien.
Penting untuk dipahami bahwa healthcare CRM bukan pengganti EMR (Electronic Medical Record) maupun SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Sistem ini justru melengkapi keduanya dengan mengelola aktivitas yang berkaitan dengan komunikasi pasien, pemasaran layanan kesehatan, retensi pasien, hingga evaluasi performa tim pelayanan.
Bagi klinik, rumah sakit, laboratorium, maupun fasilitas kesehatan lainnya, penggunaan healthcare CRM membantu menciptakan pelayanan yang lebih cepat, personal, dan konsisten. Pasien tidak perlu mengulang informasi yang sama setiap kali menghubungi fasilitas kesehatan karena seluruh riwayat komunikasi telah tersimpan dalam satu sistem.
Apa Saja Manfaat Healthcare CRM untuk Industri Kesehatan?
Healthcare CRM memberikan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan data pasien. Dengan sistem yang terintegrasi, Anda dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membuat operasional fasilitas kesehatan menjadi lebih efisien, mulai dari proses akuisisi pasien hingga menjaga loyalitas mereka setelah mendapatkan layanan.
1. Mengelola Data Pasien & Kontak Secara Terpusat
Healthcare CRM menyatukan seluruh data kontak pasien, riwayat komunikasi, histori follow up, serta aktivitas pelayanan ke dalam satu database. Hal ini membuat tim front office, customer service, maupun marketing dapat mengakses informasi yang sama tanpa harus mencari data dari berbagai sumber.
Selain mempercepat pelayanan, penyimpanan data yang terpusat juga membantu mengurangi risiko duplikasi data maupun kehilangan riwayat komunikasi ketika terjadi pergantian petugas.
2. Meningkatkan Efektivitas Follow Up Pasien
Dengan CRM, proses follow up pasien dapat berjalan secara otomatis dan lebih terjadwal. Sistem membantu mengingatkan tim mengenai pasien yang perlu dihubungi kembali sekaligus mengirimkan pesan otomatis sesuai alur yang telah ditentukan.
Alhasil, peluang pasien untuk melakukan booking maupun datang sesuai jadwal menjadi lebih tinggi. Tim pun tidak perlu lagi memantau seluruh percakapan secara manual setiap hari.
3. Membantu Meningkatkan Retensi Pasien & Loyalitas
Healthcare CRM membantu fasilitas kesehatan menjalankan program retensi pasien melalui reminder kontrol berkala, broadcast informasi layanan, edukasi kesehatan, hingga promosi yang relevan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.
“Meningkatkan customer retention hanya sebesar 5% dapat mendorong peningkatan profit antara 25% hingga 95%” Sumber: Bain & Company
Pendekatan yang lebih personal tersebut membuat pasien merasa diperhatikan sehingga peluang mereka untuk kembali menggunakan layanan menjadi semakin besar.
4. Mempermudah Penjadwalan Konsultasi dan Kontrol Berkala
Healthcare CRM memungkinkan fasilitas kesehatan mengirimkan reminder otomatis sebelum jadwal konsultasi maupun kontrol berkala. Pasien memperoleh pengingat tepat waktu, sementara tim tidak lagi harus menghubungi setiap pasien satu per satu.
5. Meningkatkan Produktivitas Tim Front Office dan Marketing
Healthcare CRM mengotomatisasi berbagai aktivitas tersebut sehingga tim dapat lebih fokus melayani pasien dibanding mengurus pekerjaan administratif. Informasi pasien juga dapat langsung diteruskan ke staf yang bertanggung jawab tanpa proses manual yang memakan waktu.
6. Memantau Kinerja Fasilitas Kesehatan Secara Real-Time
Healthcare CRM menyediakan dashboard real-time yang menampilkan berbagai indikator penting, seperti jumlah inquiry, tingkat respons, performa follow up, booking pasien, hingga tingkat konversi setiap channel pemasaran.
Secara keseluruhan, healthcare CRM membantu fasilitas kesehatan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, terorganisir, dan berorientasi pada pengalaman pasien. Ketika komunikasi, data, serta proses follow up berjalan dalam satu sistem, peluang meningkatkan kepuasan pasien sekaligus efisiensi operasional pun menjadi jauh lebih besar.
Apa Bedanya Kelola Pasien dengan dan tanpa Healthcare CRM?
Perbedaan utama antara pengelolaan pasien secara manual dan menggunakan healthcare CRM terletak pada tingkat efisiensi, konsistensi pelayanan, serta kemampuan memantau seluruh proses secara real-time. Dengan healthcare CRM, setiap aktivitas pasien tercatat otomatis sehingga risiko data hilang, follow up terlewat, atau miskomunikasi dapat diminimalkan.
|
Aspek |
Tanpa Healthcare CRM |
Dengan Healthcare CRM |
|
Penyimpanan data pasien |
Data tersebar di WhatsApp, Excel, atau buku catatan |
Seluruh data pasien tersimpan dalam satu database terpusat |
|
Follow up pasien |
Dilakukan manual, mudah terlewat |
Follow up otomatis sesuai workflow yang ditentukan |
|
Reminder konsultasi & kontrol |
Mengingatkan pasien satu per satu |
Reminder otomatis melalui WhatsApp sesuai jadwal |
|
Distribusi pasien ke tim |
Dibagi manual, berpotensi tidak merata |
Sistem mendistribusikan pasien secara otomatis ke tim yang tersedia |
|
Monitoring progress pasien |
Sulit mengetahui status setiap pasien |
Status pasien dapat dipantau secara real-time melalui pipeline |
|
Pelaporan operasional |
Rekap manual dan memerlukan waktu |
Dashboard menampilkan laporan secara real-time dan mudah dianalisis |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa healthcare CRM bukan hanya membantu mempercepat pekerjaan administrasi. Lebih dari itu, sistem ini memungkinkan fasilitas kesehatan memberikan pengalaman pasien yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di setiap tahap pelayanan.
Bagaimana Cara Kerja Healthcare CRM?
Healthcare CRM bekerja dengan menghubungkan seluruh perjalanan pasien, mulai dari kontak pertama hingga menjadi pasien aktif yang melakukan kontrol berkala. Setiap proses berjalan secara terintegrasi sehingga data pasien, komunikasi, follow up, hingga laporan operasional dapat dikelola dalam satu platform.

Perjalanan pasien dalam healthcare CRM berlangsung melalui beberapa tahapan berikut:
1. Pasien Menghubungi Fasilitas Kesehatan
Ketika pasien menghubungi fasilitas kesehatan melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, website, email, atau kanal digital lainnya, seluruh percakapan langsung masuk ke satu inbox. Hal ini membuat tim tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk melayani pasien.
Fitur: Omnichannel Chat
2. Data Pasien Otomatis Tercatat beserta Sumber Leads-nya
Setelah percakapan dimulai, sistem secara otomatis membuat profil pasien sekaligus mencatat asal kedatangannya, seperti iklan digital, pencarian Google, media sosial, atau referral. Informasi tersebut membantu tim memahami channel yang menghasilkan pasien paling banyak.
Fitur: Leads Tracking / Predefined Source
3. AI Agent Melayani dan Melakukan Kualifikasi Kebutuhan Pasien
AI Agent dapat menjawab pertanyaan umum mengenai layanan, jadwal praktik, biaya konsultasi, maupun prosedur pendaftaran selama 24 jam. Selain itu, AI juga membantu mengidentifikasi kebutuhan pasien sebelum diteruskan kepada petugas yang sesuai.
Fitur: AI Agent
4. AI Agent Melakukan Follow Up Pasien yang Belum Merespons
Apabila pasien belum memberikan respons setelah percakapan awal, sistem akan menjalankan workflow follow up secara otomatis. Dengan demikian, peluang pasien kembali melanjutkan komunikasi tetap terjaga tanpa harus dipantau secara manual oleh tim.
Jika pasien kembali merespons, percakapan akan kembali masuk ke proses kualifikasi kebutuhan. Sebaliknya, apabila tidak ada respons dalam periode tertentu, sistem dapat menutup status sementara dan memasukkan pasien ke workflow re-engagement.
Fitur: AI Agent Follow Up
Cabang:
Jika pasien merespons → kembali ke Tahap 3: AI Agent Melayani dan Melakukan Kualifikasi.
Jika pasien tidak merespons → Auto Close dan masuk workflow Re-engagement.
5. Pasien Diteruskan ke Tim yang Tepat
Setelah kebutuhan pasien diketahui, sistem mendistribusikan pasien kepada petugas yang tersedia secara otomatis. Pembagian yang merata membantu menghindari penumpukan pekerjaan pada satu staf sekaligus mempercepat waktu respons.
Fitur: Round Robin (Rotator)
6. Tim Melakukan dan Mencatat Hasil Follow Up
Setiap aktivitas yang dilakukan oleh tim, baik melalui telepon, chat, konsultasi, maupun pertemuan langsung, tercatat dalam timeline pasien. Riwayat tersebut memudahkan seluruh anggota tim memahami perkembangan setiap pasien.
Fitur: Activity (Call/Meeting/Deal/Notes)
7. Sistem Mengirim Reminder Otomatis Jadwal Konsultasi atau Kontrol
Healthcare CRM kemudian mengirimkan pengingat secara otomatis sebelum jadwal konsultasi atau kontrol berkala. Pasien memperoleh notifikasi tepat waktu sehingga risiko lupa hadir dapat dikurangi.
Fitur: WhatsApp Automation
8. Progress Pasien Dipantau di Pipeline
Seluruh perjalanan pasien divisualisasikan melalui pipeline sehingga statusnya mudah dipahami. Tim dapat mengetahui apakah pasien masih baru melakukan inquiry, sudah menjadwalkan konsultasi, atau telah menyelesaikan proses pelayanan.
Fitur: Sales Pipeline
9. Pasien Menjadi Close Won (Datang/Booking) atau Close Lost (Batal)
Pada tahap akhir proses pelayanan, status pasien diperbarui menjadi Close Won apabila berhasil melakukan booking atau datang sesuai jadwal. Sebaliknya, pasien yang membatalkan layanan akan tercatat sebagai Close Lost beserta alasannya untuk kebutuhan evaluasi.
Fitur: Sales Pipeline
10. Broadcast untuk Retensi & Re-engagement Pasien Lama
Setelah pelayanan selesai, fasilitas kesehatan tetap dapat menjaga hubungan dengan pasien melalui broadcast yang telah disegmentasikan. Pesan dapat berupa pengingat kontrol berikutnya, informasi layanan baru, maupun edukasi kesehatan yang relevan.
Apabila pasien memberikan respons terhadap broadcast tersebut, sistem dapat mengembalikannya ke proses kualifikasi AI Agent atau langsung meneruskannya kepada tim sesuai kebutuhan.
Fitur: Broadcast WhatsApp (Blast)
Cabang:
Jika pasien merespons → kembali ke Tahap 3: AI Agent Melayani dan Melakukan Kualifikasi, atau Tahap 5: Pasien Diteruskan ke Tim.
11. Laporan & Analitik Kinerja Tim dan Fasilitas
Seluruh aktivitas yang terjadi selama proses pelayanan akan direkap dalam dashboard analitik. Manajemen dapat memantau jumlah inquiry, performa follow up, tingkat konversi pasien, hingga efektivitas setiap channel pemasaran secara real-time.
Fitur: Dashboard Laporan & Analitik
Healthcare CRM menghubungkan seluruh proses pelayanan menjadi satu alur kerja yang terintegrasi. Dengan otomatisasi di setiap tahap, fasilitas kesehatan dapat memberikan respons yang lebih cepat, menjaga komunikasi dengan pasien secara konsisten, serta memperoleh visibilitas penuh terhadap kinerja tim dan perjalanan setiap pasien.
Apa Rekomendasi Healthcare CRM Terbaik di Indonesia?
Healthcare CRM terbaik adalah solusi yang mampu mengintegrasikan komunikasi pasien, pengelolaan data, otomatisasi follow up, hingga analitik dalam satu platform. Dengan sistem yang saling terhubung, fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional tanpa perlu menggunakan banyak aplikasi terpisah.
[Gambar – Visualisasi]
Salah satu solusi yang layak dipertimbangkan adalah Barantum Healthcare CRM. Sebagai platform CRM buatan Indonesia, Barantum menghadirkan berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan dalam satu sistem, mulai dari CRM, Omnichannel Chat, WhatsApp Business API resmi Meta, AI Agent, Broadcast WhatsApp, hingga Integrasi Call Center. Kombinasi tersebut membantu klinik, rumah sakit, laboratorium, maupun praktik dokter mengelola seluruh perjalanan pasien secara lebih terstruktur.
Selain mempermudah komunikasi pasien, Barantum juga membantu fasilitas kesehatan mengotomatisasi proses follow up konsultasi, reminder jadwal kontrol, distribusi pasien ke tim, hingga monitoring performa operasional. Dengan dukungan dashboard real-time dan workflow otomatis, manajemen memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap setiap proses pelayanan sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat berdasarkan data.
“Setiap investasi sebesar US$1 pada implementasi CRM menghasilkan rata-rata pengembalian (ROI) sebesar US$8,71 melalui peningkatan produktivitas, penjualan, dan efisiensi operasional.” Sumber: Salesforce
Apa Saja Fitur Healthcare CRM Barantum?
Healthcare CRM yang efektif tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data pasien. Sistem juga harus mampu mendukung seluruh aktivitas pelayanan, mulai dari komunikasi awal hingga mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pasien. Berikut fitur utama yang tersedia di Barantum Healthcare CRM.
1. Omnichannel Chat untuk Komunikasi Terpusat
Barantum menyatukan seluruh percakapan pasien dari WhatsApp, Instagram, Facebook Messenger, Telegram, Email, dan Live Chat Website ke dalam satu inbox. Dengan demikian, tim tidak lagi berpindah-pindah aplikasi ketika melayani pasien.
Seluruh histori percakapan tersimpan secara otomatis sehingga setiap anggota tim dapat melanjutkan komunikasi tanpa kehilangan konteks pelayanan.
2. AI Agent untuk Respons & Kualifikasi Otomatis
AI Agent membantu menjawab pertanyaan pasien selama 24 jam, termasuk informasi layanan, jadwal praktik, maupun prosedur pendaftaran. Selain memberikan respons otomatis, AI juga melakukan kualifikasi kebutuhan pasien sebelum diteruskan kepada petugas yang sesuai.
3. Predefined Source untuk Tracking Sumber Leads
Barantum secara otomatis mencatat dari mana setiap pasien berasal, baik melalui iklan digital, media sosial, website, referral, maupun channel lainnya. Informasi tersebut membantu manajemen mengevaluasi efektivitas aktivitas pemasaran sehingga anggaran promosi dapat dialokasikan ke channel yang memberikan hasil terbaik.
4. Sales Pipeline untuk Monitoring Pasien & Prospek
Setiap pasien memiliki tahapan perjalanan yang berbeda. Sales Pipeline memvisualisasikan seluruh proses tersebut sehingga tim dapat mengetahui posisi setiap pasien secara real-time. Mulai dari inquiry, konsultasi terjadwal, booking, hingga pasien yang batal datang dapat dipantau dalam satu dashboard yang mudah dipahami.
5. WhatsApp Automation untuk Reminder Jadwal Konsultasi
Barantum memungkinkan fasilitas kesehatan mengirimkan reminder otomatis kepada pasien menjelang jadwal konsultasi maupun kontrol berkala. Otomatisasi ini membantu mengurangi risiko pasien lupa hadir sekaligus meningkatkan tingkat kedatangan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
6. Timeline Activity untuk Monitoring Aktivitas Tim
Seluruh aktivitas tim, mulai dari telepon, chat, meeting, hingga catatan hasil follow up, tersimpan dalam satu timeline yang kronologis. Riwayat tersebut memudahkan koordinasi antar anggota tim sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan tindak lanjut yang konsisten.
7. Integrasi Call Center untuk Monitoring Panggilan
Selain komunikasi digital, Barantum juga mendukung integrasi call center sehingga seluruh aktivitas telepon dapat dipantau melalui satu platform. Riwayat panggilan dan rekaman percakapan membantu manajemen melakukan evaluasi kualitas pelayanan sekaligus memberikan pembinaan kepada tim apabila diperlukan.
8. Broadcast WhatsApp untuk Retensi Pasien
Fasilitas kesehatan dapat mengirimkan broadcast WhatsApp kepada pasien berdasarkan segmentasi tertentu, misalnya pasien kontrol berkala, pasien lama yang belum kembali, atau pasien yang membutuhkan edukasi layanan tertentu.
Strategi komunikasi yang lebih relevan membantu meningkatkan retensi pasien tanpa harus mengirimkan pesan secara manual satu per satu.
9. Laporan & Analitik untuk Monitoring dan Evaluasi
Barantum menyediakan dashboard analitik yang menampilkan berbagai metrik penting, seperti jumlah inquiry, tingkat respons, performa follow up, konversi booking, hingga produktivitas setiap anggota tim.
Secara keseluruhan, fitur-fitur tersebut membantu fasilitas kesehatan membangun proses pelayanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada pengalaman pasien. Ketika seluruh aktivitas komunikasi dan operasional berada dalam satu platform, koordinasi tim menjadi lebih mudah sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Mengapa Memilih Barantum sebagai Solusi Healthcare CRM Fasilitas Anda?
Barantum menghadirkan kombinasi teknologi dan layanan yang dirancang agar proses transformasi digital dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Fasilitas kesehatan dapat memperoleh berbagai keuntungan berikut ketika menggunakan Barantum CRM:
1. Solusi All-in-One dalam Satu Platform
Barantum menggabungkan berbagai kebutuhan operasional dalam satu sistem, mulai dari CRM, Omnichannel Chat, AI Agent, WhatsApp Business API, Broadcast, hingga Integrasi Call Center. Pendekatan all-in-one membantu mengurangi penggunaan banyak aplikasi sekaligus membuat proses kerja menjadi lebih sederhana dan efisien.
2. Harga Fleksibel & Transparan
Barantum menyediakan pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klinik, rumah sakit, laboratorium, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Skema harga yang transparan memudahkan Anda merencanakan investasi teknologi tanpa khawatir terhadap biaya tersembunyi.
3. Implementasi Cepat & Support Responsif
Proses implementasi Barantum umumnya dapat dilakukan dalam waktu 3–7 hari kerja, bergantung pada antrean implementasi dan kompleksitas kebutuhan bisnis. Selain itu, tim support lokal siap membantu proses onboarding, pelatihan pengguna, hingga pendampingan selama sistem digunakan sehingga adaptasi berjalan lebih lancar.
4. Vendor dengan Ulasan Tertinggi di Indonesia
Kepercayaan pelanggan menjadi salah satu indikator penting dalam memilih penyedia CRM. Barantum telah dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia dari beragam industri dengan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi.
“Barantum memperoleh rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google Business (per 12 Juni 2026), menunjukkan tingginya tingkat kepuasan pelanggan terhadap solusi CRM dan layanan implementasinya.” Sumber: detik.com
Rekam jejak tersebut menunjukkan komitmen Barantum dalam menghadirkan solusi CRM yang stabil, mudah digunakan, serta didukung layanan purna jual yang responsif.
5. Keamanan Data Bersertifikasi ISO 27001
Data pasien merupakan aset yang sangat penting sehingga perlindungannya tidak boleh diabaikan. Karena itu, Barantum menerapkan standar keamanan informasi yang mengacu pada sertifikasi ISO 27001 dan mematuhi UU PDP No. 27 Tahun 2022 di Indonesia.
Dengan penerapan standar internasional tersebut, fasilitas kesehatan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjaga keamanan data sekaligus mendukung kepatuhan terhadap praktik pengelolaan informasi yang baik.
Berapa Biaya Healthcare CRM Barantum?
Biaya implementasi Healthcare CRM Barantum disesuaikan dengan kebutuhan operasional setiap fasilitas kesehatan. Selain biaya langganan, terdapat biaya penggunaan untuk layanan tertentu seperti Broadcast WhatsApp, AI Agent, dan telepon yang dihitung sesuai pemakaian.
Healthcare CRM Barantum menawarkan struktur harga yang transparan sehingga Anda dapat memperkirakan investasi sejak awal tanpa biaya tersembunyi.
1. Biaya Langganan Per Bulan Sesuai Kebutuhan
Berikut pilihan paket Healthcare CRM Barantum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan.
|
Paket |
Biaya per Bulan |
Cocok untuk |
Tambahan User |
|
Standard |
Rp897.000 (3 user) |
Kebutuhan operasional dasar |
Rp299.000/user/bulan |
|
Professional |
Rp1.797.000 (3 user) |
Membutuhkan automasi, AI Agent, dan WhatsApp Automation |
Rp599.000/user/bulan |
|
Enterprise |
Hubungi Tim Sales |
Kebutuhan kompleks, multi cabang, dan integrasi khusus |
Disesuaikan |
Paket Professional menjadi pilihan yang banyak digunakan oleh fasilitas kesehatan yang ingin mengotomatisasi proses follow up pasien, reminder konsultasi, serta meningkatkan produktivitas tim melalui AI Agent dan workflow otomatis.
2. Biaya Broadcast, AI Agent, dan Telepon (Sesuai Penggunaan)
Selain biaya langganan, beberapa layanan dihitung berdasarkan jumlah penggunaan sehingga lebih fleksibel mengikuti kebutuhan operasional.
|
Fitur |
Keterangan |
Biaya |
|
Broadcast Marketing |
Pesan promosi |
Rp597/percakapan |
|
Broadcast Utility |
Notifikasi & pemberitahuan |
Rp367/percakapan |
|
Broadcast Authentication |
OTP |
Rp367/percakapan |
|
Broadcast Service |
Percakapan dimulai pelanggan |
Gratis |
|
AI Agent |
Respons otomatis |
Mulai Rp150/respons |
|
Telepon |
Panggilan Call Center |
Mulai Rp15/detik |
Seluruh penggunaan Broadcast WhatsApp dan AI Agent menggunakan sistem saldo prepaid dengan minimum top-up sebesar Rp500.000. Skema ini memudahkan fasilitas kesehatan mengontrol biaya operasional karena hanya membayar sesuai penggunaan layanan.
Jadwalkan Demo dengan Barantum Sekarang
Barantum menyediakan sesi demo agar Anda dapat melihat langsung bagaimana sistem CRM bekerja dalam mengelola komunikasi pasien, mengotomatisasi follow up, hingga memantau seluruh aktivitas tim melalui satu dashboard.
Tim Barantum akan membantu memetakan kebutuhan klinik, rumah sakit, laboratorium, maupun praktik dokter Anda, kemudian menunjukkan alur implementasi yang paling sesuai. Dengan demikian, Anda dapat memahami bagaimana Healthcare CRM dapat diterapkan tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan.
Tertarik dengan Barantum?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang CRM Untuk Industri Kesehatan
Apakah Healthcare CRM Cocok untuk Klinik Kecil atau Praktik Mandiri?
Ya. Healthcare CRM dapat digunakan oleh klinik kecil, praktik dokter mandiri, hingga rumah sakit dengan banyak cabang. Sistem dapat disesuaikan dengan jumlah pengguna, kebutuhan operasional, serta skala pelayanan sehingga investasi menjadi lebih efisien.
Apa Bedanya Healthcare CRM dengan Pencatatan Manual di Excel atau Buku?
Pencatatan manual hanya menyimpan data, sedangkan Healthcare CRM membantu mengelola seluruh proses komunikasi pasien secara otomatis. Sistem ini menyediakan reminder jadwal, tracking follow up, monitoring pipeline pasien, hingga dashboard analitik yang tidak tersedia pada pencatatan manual.
Apakah Healthcare CRM Bisa Digunakan untuk Beberapa Cabang atau Lokasi Fasilitas Sekaligus?
Bisa. Healthcare CRM mendukung pengelolaan beberapa cabang dalam satu platform sehingga manajemen dapat memantau aktivitas, distribusi pasien, dan performa masing-masing lokasi secara lebih mudah.
Apakah Data Pasien yang Tersimpan di Healthcare CRM Aman dan Terjaga Kerahasiaannya?
Ya. Barantum menerapkan standar keamanan informasi melalui sertifikasi ISO 27001 sehingga pengelolaan data dilakukan mengikuti praktik keamanan yang diakui secara internasional. Hal ini membantu fasilitas kesehatan menjaga kerahasiaan informasi pasien dengan lebih baik.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Tim untuk Mulai Lancar Memakai Healthcare CRM?
Secara umum, implementasi Barantum dapat dilakukan dalam waktu sekitar 3–7 hari kerja, bergantung pada kompleksitas kebutuhan dan antrean implementasi. Setelah onboarding serta pelatihan selesai, sebagian besar tim dapat mulai menggunakan sistem untuk aktivitas operasional sehari-hari dengan pendampingan dari tim support Barantum.

CRM Specialist and SEO Content Writer.
As CRM Specialist and SEO Content Writer I craft compelling content that enhances brand identity and drives engagement, leveraging my expertise to connect with audiences and boost conversions.

