Dalam bisnis modern, pelanggan tidak lagi hanya menilai produk atau harga. Mereka lebih menghargai bagaimana tim menangani masalah saat muncul. Karena itu, customer service memegang peran penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, tim harus terus meningkatkan kualitas layanan. Sikap ramah memang penting, tetapi pelayanan yang profesional juga membutuhkan keterampilan interpersonal, teknis, dan emosional. Tim support perlu menguasai teknologi untuk bekerja lebih efisien dan responsif. Tidak heran jika perusahaan kini mengandalkan customer service sebagai representasi utama reputasi merek. Oleh sebab itu, tim perlu memahami perbedaan antara soft skill dan hard skill, serta cara mengembangkan keduanya. Artikel ini akan membahas keterampilan penting yang harus dimiliki oleh customer service modern dan strategi untuk meningkatkannya di era digital.

Mengapa Skill Customer Service Sangat Penting?

Dalam bisnis modern, tim customer service adalah wajah pertama yang berinteraksi langsung dengan pelanggan. Pelayanan yang baik bukan hanya menjawab pertanyaan atau keluhan; tapi juga menciptakan pengalaman positif yang membangun kepercayaan. Skill customer service menjadi pondasi utama kualitas layanan: kemampuan berkomunikasi dengan jelas, responsif, empatik, dan tertata. Tanpa skill yang tepat, interaksi pelanggan bisa terasa datar, tidak berkesan, dan efeknya bisa merusak citra brand serta merusak loyalitas. Dengan skill yang kuat, pelayanan menjadi kesempatan untuk menciptakan loyal customer dan mendongkrak bisnis.

“69% pelanggan bersedia berpindah ke brand pesaing hanya karena pengalaman layanan yang buruk, sementara 94% mengatakan kemungkinan besar akan membeli ulang setelah mengalami pelayanan yang positif” sumber: servicenow.com

Baca juga: 5 Perbedaan Customer Care dan Customer Service

10 Skill Wajib untuk Customer Service Profesional

1. Kemampuan Komunikasi yang Jelas dan Empatik

Customer service profesional mampu menyampaikan informasi dengan lugas, sopan, dan empatik. Nada suara, kata pilihan, dan tempo bicara berpengaruh pada kesan pelanggan. Sikap empati memastikan pelanggan merasa dihargai dan didengar.

2. Keterampilan Mendengarkan Aktif

Mendengarkan lebih dari sekadar mendengar. Ini berarti memahami inti masalah, membiarkan pelanggan bicara sepenuhnya, lalu menanggapi dengan tepat; bukan langsung menawarkan solusi.

3. Kemampuan Menangani Komplain dengan Tenang

Saat pelanggan menghadapi masalah, skil penting adalah tetap tenang dan memberikan solusi. Bukan defensif atau menyalahkan sistem; tapi mendengarkan, meminta maaf, dan berfokus pada penyelesaian.

4. Pengetahuan Produk atau Layanan yang Kuat

Pelayanan profesional membutuhkan pemahaman mendalam terhadap produk dan layanan. CS ahli tidak sekadar tahu fitur, tetapi juga prosedur pengembalian, kebijakan garansi, serta solusi teknis yang relevan.

5. Manajemen Waktu dan Multitasking

CS sering menangani banyak pertanyaan secara bersamaan. Skill manajemen waktu, prioritas, dan multitasking memungkinkan mereka menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.

6. Kemampuan Menyelesaikan Masalah Secara Mandiri

Beda antara CS yang menunggu petunjuk dan CS yang proaktif. Skill inisiatif menyelesaikan kasus dasar secara mandiri akan mempercepat layanan dan meringankan beban tim.

7. Adaptasi terhadap Teknologi dan Sistem Baru

Platform chat, CRM, ticketing, hingga bot AI menjadi alat utama. CS harus cepat belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru agar tetap produktif dan responsif.

8. Kerja Tim dan Kolaborasi Antar Divisi

Pelayanan sering memerlukan informasi dari tim lain; tim gudang, IT, logistik. CS yang baik mampu menjalin komunikasi internal yang lancar untuk menyelesaikan masalah pelanggan.

9. Kecerdasan Emosional dalam Menangani Pelanggan

Mengelola emosi pribadi dan memahami emosi pelanggan adalah skill penting. Dengan EQ tinggi, CS mampu memahami perasaan pelanggan, meredam konflik, dan membangun hubungan harmonis.

10. Kemampuan Mencatat dan Menganalisis Data Pelanggan

Skill administrasi diperlukan untuk mencatat setiap permintaan, solusi, dan feedback pelanggan. Data ini menjadi landasan evaluasi layanan dan perbaikan strategi ke depan.

Baca juga: Sistem CRM Terbaik Untuk Tim Customer Service Bisnis Anda

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill dalam Customer Service

1. Contoh Soft Skill Customer Service

Dalam konteks customer service, soft skill merupakan kemampuan non-teknis yang berkaitan erat dengan cara seseorang berinteraksi, berempati, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Seorang customer service yang mampu menyapa pelanggan dengan nada yang ramah dan penuh empati akan lebih mudah menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Kemampuan beradaptasi dengan karakter pelanggan yang berbeda; mulai dari yang tenang hingga yang emosional; menjadi kunci dalam menghadirkan layanan personal yang relevan. Di sisi internal, soft skill seperti komunikasi interpersonal dan kolaborasi tim juga mendukung penyelesaian masalah secara efektif lintas divisi.

2. Contoh Hard Skill Customer Service

Customer service perlu menguasai keterampilan teknis yang dapat dipelajari dan diukur secara langsung. Mereka harus mampu mengoperasikan sistem CRM (Customer Relationship Management) dan ticketing sebagai alat utama dalam menangani pelanggan. Selain itu, mereka juga perlu memahami prosedur produk atau layanan agar bisa menyampaikan informasi dengan tepat. Di sisi lain, kemampuan membaca dan menganalisis data pelanggan serta laporan performa sangat membantu dalam proses evaluasi dan peningkatan kinerja.

3. Pentingnya Mengembangkan Keduanya Secara Seimbang

Memiliki soft skill tanpa diimbangi hard skill bagaikan memiliki sikap ramah tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah pelanggan. Begitu pula sebaliknya, penguasaan teknologi dan data tanpa empati akan menciptakan pengalaman layanan yang kaku. Itulah sebabnya, customer service profesional perlu mengembangkan keduanya secara seimbang. Kombinasi yang harmonis antara soft skill dan hard skill akan melahirkan layanan pelanggan yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga hangat dan berkesan.

“Meningkatkan retensi pelanggan hanya sebesar 5% dapat menaikkan keuntungan sebesar 25% hingga 95%, menjadikan pelayanan pelanggan sebagai strategi efisien tinggi dengan nilai ROI signifikan”
sumber: voc.ai

Baca juga: 20 Rekomendasi Software Aplikasi CRM Terbaik Indonesia

Barantum CRM: Bantu Customer Service Anda Lebih Kompeten

Omnichannel Barantum

1. Tools Komunikasi Terintegrasi untuk Respons Cepat

Barantum CRM menyatukan berbagai kanal komunikasi seperti WhatsApp, email, dan media sosial ke dalam satu dashboard yang terpadu. Dengan sistem ini, tim customer service tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi atau berpindah antar platform untuk merespons pelanggan. Hasilnya, waktu tanggapan menjadi jauh lebih cepat dan efisien, sehingga pelanggan merasa dihargai karena mendapatkan respons instan dan tepat sasaran.

2. Sistem Ticketing dan SLA Monitoring Otomatis

Sistem akan langsung mengubah setiap pertanyaan atau keluhan pelanggan menjadi tiket yang bisa dipantau secara real-time. Fitur SLA monitoring akan memberi peringatan saat tiket mendekati batas waktu penyelesaian. Dengan cara ini, tim dapat menangani tiket secara tepat waktu, mencegah keterlambatan, dan menjaga kepatuhan terhadap standar layanan yang berlaku.

3. Dashboard Kinerja CS untuk Evaluasi Skill Tim

Barantum menyediakan visualisasi performa agen customer service melalui metrik penting seperti First Response Time (FRT), Customer Satisfaction Score (CSAT), dan First Contact Resolution (FCR). Dengan data ini, manajer dapat melakukan evaluasi kinerja secara objektif dan mengambil keputusan terkait pelatihan atau pengembangan skill tim berdasarkan data nyata, bukan asumsi.

4. Riwayat Interaksi dan Data Pelanggan dalam Satu Tampilan

Setiap interaksi dengan pelanggan tersimpan rapi dalam satu tampilan dashboard, lengkap dengan preferensi, histori komplain, dan informasi penting lainnya. Dengan akses informasi yang menyeluruh, agen dapat memberikan layanan yang lebih personal, relevan, dan konsisten tanpa harus mengulang proses pencarian data. Hal ini menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih mulus dan profesional.

Siap Tingkatkan Skill Tim Customer Service Anda?

Mockup Sistem Barantum

Skill customer service bukan sekadar pedoman kerja, tetapi fondasi pelayanan yang menghasilkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam menjalankan pelayanan kelas profesional, membekali tim dengan soft skill dan hard skill secara seimbang sangat krusial. Gunakan teknologi seperti Barantum CRM untuk mendukung skill tim CS Anda menjadi lebih produktif, responsif, dan kompeten.
Dengan tim yang profesional dan teknikal, pengalaman pelanggan bukan hanya memuaskan; tetapi juga menciptakan penggemar setia brand Anda.

Tertarik dengan Barantum?

all product

Jangan tunggu nanti, perubahan besar dimulai dari langkah kecil hari ini! Dapatkan uji coba gratis 7 hari. Daftar dan buat akun Barantum CRM Anda sekarang.

💬 Chat disini!
1
Scan the code