Pelajari 16 Tips Untuk Menjadi Sales Yang Sukses dan Handal

Menjadi sales yang sukses dan handal merupakan impian bagi semua tenaga sales profesional. Tidak mudah untuk menjadi seorang sales yang sukses, namun bagi mereka yang ingin belajar pasti tahu bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Berikut ini kami berikan 16 teknik penjualan yang efektif.

Kamu mungkin pernah berpikir sebelumnya (kebanyakan orang bahkan berpikir hal yang sama) bahwa seorang sales yang sukses adalah bakat sejak lahir. Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar. Sales yang berhasil memiliki formula yang terbukti bahwa mereka menggunakan waktu dan ilmu pengetahuan untuk belajar lagi dan lagi.

Apa teknik penjualan yang mereka pakai? Apa formula rahasia mereka? Jawabannya adalah mereka menggunakan sains atau ilmu pengetahuan. Ya! Teknik penjualan berbasis sains, menggabungkan ilmu psikologi, sosial, dan ekonomi, lalu mengumpulkan analisa tentang pembeli dan kebutuhan mereka dan menempatkannya dalam bagian dari proses penjualan mereka.

Nah, untuk membantu kamu memulai dengan penjualan berbasis sains, kami telah membuat panduan berbasis data ilmiah yang tersusun menjadi 16 teknik penjualan yang efektif dan terbukti yang bisa kamu gunakan hari ini juga untuk menaikan potensi penjualan kamu!

Apa Yang Membuat Sales Lebih Baik Dibanding Sales Lainnya?

Tentu, memiliki keterampilan dan pengalaman pribadi yang tepat adalah penting. Namun, untuk dapat secara konsisten mengubah prospek, menutup transaksi dengan penjualan, dan menjadi nomor 1 di antara sales terbaik di perusahaan memerlukan lebih dari sekadar keterampilan dan pengalaman.

Selama beberapa dekade terakhir, banyak penelitian ilmiah telah muncul tentang bagaimana otak manusia membuat pilihan dan faktor mana yang dapat mempengaruhi apa yang kita katakan dan lakukan, termasuk apa yang kamu beli.

Nah kabar baiknya, pengetahuan ilmiah ini sudah tersedia dan dapat digunakan untuk membantu kamu menjadi seorang sales yang sukses!

Jangan khawatir. Kamu tidak perlu gelar dalam fisika atau kimia untuk menggabungkan ilmu pengetahuan dan penjualan. Yang kamu butuhkan adalah bersedia menyesuaikan proses penjualan saat ini dan mulai menggunakan pendekatan baru yang digunakan oleh para pelaku penjualan top hari ini.

Apa Itu Teknik Penjualan Berbasis Sains?

Teknik penjualan berbasis sains adalah sebagai teknik penjualan yang menggabungkan ilmu psikologi, sosial, dan ekonomi lalu mengumpulkan analisa tentang pembeli dan kebutuhan mereka dan menempatkannya dalam bagian dari proses penjualan. Pendekatan baru terhadap penjualan ini didasarkan pada metode ilmiah yang telah dicoba dan diuji untuk membantu meningkatkan kinerja tenaga penjualan di setiap bagian dari proses pembelian.

Sementara sebagian besar praktik penjualan terbaik B2B berfokus pada tenaga penjualan itu sendiri. Nah, penjualan berbasis sains fokus pada bagian terpenting dari setiap proses penjualan, yaitu pembeli.

Teknik penjualan berbasis sains menggunakan penelitian ilmiah untuk memahami apa yang terjadi di dalam otak pembeli, dan bagaimana otak mereka dapat dipengaruhi. Ketika kamu mulai menjual dengan cara yang sesuai dengan cara otak terhubung untuk melakukan pembelian, kamu akan meningkatkan penjualan.

Bagaimana Teknik Penjualan Yang Efektif?

Sebelumnya kami perjelas dulu bahwa yang akan dibahas bukanlah tentang kemampuan mengolah pikiran seperti Luke Skywalker, yang jadi Jedi dalam film Starwars.

Melainkan berbicara tentang menerapkan penelitian puluhan tahun ke dalam proses penjualan untuk membantu kamu meningkatkan penjualan. Dan, untuk membantu kamu memulai dengan teknik penjualan berbasis sains, berikut terdapat 16 teknik penjualan berbasis sains yang dapat kamu terapkan.

1. Hubungi leads/prospek dalam 5 menit

Berapa lama sih biasanya kamu menunggu untuk menghubungi prospek?

Ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa pembeli lebih mungkin melakukan pembelian lebih dekat pada waktu ketika mereka melakukan penyelidikan awal. Namun, setiap menit yang kamu buang untuk menunggu sebelum menghubungi calon pembeli menghasilkan penurunan dramatis dalam tingkat minat mereka.

Beberapa tenaga penjualan menunggu sampai mereka memiliki waktu luang untuk merespons prospek yang masuk ke dalam CRM melalui pendaftaran pada website mereka. Jika kamu melakukan ini, maka kamu membuat kesalahan besar!

konversi lama waktu respon terhadap prospek

konversi lama waktu respon terhadap prospek

Selalu segera tanggapi setiap prospek /calon pelanggan. Penelitian oleh Lead Response Management menemukan bahwa 100x lebih mungkin untuk berhasil menghubungi seorang lead jika kamu merespons dalam 5 menit dan 21x lebih mungkin untuk memenuhi syarat lead itu.

2. Mencoba untuk mencapai prospek sebanyak 6 kali

Berapa kali kamu menghubungi prospek? Sebagian besar tenaga sales menelepon satu atau dua kali lalu menyerah, tetapi jangan!

Penelitian dari Velocify menunjukkan bahwa melakukan enam kali upaya adalah angka ajaib. Kamu dapat secara dramatis meningkatkan tingkat kontak kamu dengan melakukan enam upaya untuk menghubungi prospek!

3. Hubungi prospek di pagi atau sore hari

Jam berapa kamu menghubungi lead/prospekmu?

Seorang pembeli mungkin berada dalam suasana hati yang jauh lebih baik, kalau kamu menelepon pada waktu-waktu yang nyaman bagi mereka, seperti hal pertama di pagi hari atau di akhir hari kerja mereka.

Waktu yang tepat akan bervariasi berdasarkan industri, tetapi penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk menelepon biasanya antara jam 8 pagi sampai 9 pagi dan antara jam 4 sore dan 5 sore.

customer service

4. Lakukan telepon pada hari Rabu atau Kamis

Apakah kamu menjadwalkan “hari panggilan” kamu. Apakah jadwa yang kamu buat itu berdasarkan ketika kamu punya waktu atau ketika calon pembeli punya waktu?

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembeli akan lebih responsif pada beberapa hari daripada yang lain. Tidak mengherankan, hari Senin tidak terlalu bagus untuk menelepon pembeli, tetapi apakah Kamu juga tahu bahwa hari Selasa sama buruknya?

Hari terbaik untuk menelepon mungkin akan berbeda di setiap industri. Jadi, pastikan kamu melakukan riset untuk memahami hari-hari kerja prospekmu. Namun, data menunjukkan kepada kita bahwa pertengahan minggu sebelum akhir minggu adalah hari terbaik untuk menelepon. Kamu bisa mencobanya sendiri dan melakukan riset hari terbaik untuk melakukan panggilan kepada calon pembeli.

waktu terbaik untuk telpon leads

5. Tersenyumlah, dan jadilah positif

Apa kata-kata pertama yang keluar dari mulutmu ketika mulai berbicara kepada calon pembeli?

Kamu mungkin berpikir kalau kita berkomentar tentang cuaca yang sedang buruk tidak membuat perbedaan, tetapi sebenarnya bisa berdampak negatif pada kemungkinan untuk melakukan penjualan.

Jika kamu mengalami pagi yang buruk, simpanlah untuk diri sendiri karena penelitian ilmiah menunjukkan bahwa memulai dengan komentar positif akan lebih menguntungkan bagi Kita. Satu studi dari Tipping.org menemukan bahwa pelayan yang hanya mengatakan “selamat pagi” kepada para tamu hotel dan memberikan ramalan cuaca positif dapat meningkatkan niat mereka untuk membeli sebesar 27%.

6. Jangan bicara buruk tentang kompetitor

Apakah kamu mengatakan hal buruk tentang kompetitor? Jika iya, sudah saatnya untuk berhenti.

Mengapa? Dengan mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain atau perusahaan menghasilkan fenomena yang disebut Pemindahan Sifat Spontan. Otak bekerja dengan cara menghubungkan gosip atau negativitas dengan orang yang berbicara. Jadi jika Anda mengatakan sesuatu yang negatif tentang pesaing kepada pembeli, maka otak pelanggan menempatkan sifat negatif itu pada kamu.

Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa ketika kamu mengatakan hal-hal buruk tentang pesaingmu, sifat-sifat itu ditransfer kepada kamu dalam benak pembeli. Jadi, sebaiknya kamu tidak berbicara buruk tentang kompetitor.

7. Perhatikan dan gunakan bahasa tubuh dengan tepat

Sebagai seorang sales profesional, Kamu pasti berpikir hati-hati tentang kata-kata yang kamu gunakan, tapi seberapa banyak kamu memperhatikan tentang bahasa tubuhmu?

Satu studi, yang dipresentasikan oleh Vanessa Van Edwards memandang para tenaga penjualan yang hanya menerima satu sesi pelatihan tentang penggunaan bahasa tubuh mereka untuk memperkuat pesan-pesan verbal mereka. Studi ini menemukan bahwa tenaga penjualan yang menggunakan bahasa tubuh yang efektif meningkatkan angka penjualan mereka sebesar 56%.

8. Nikmati sifat kompetitif dari penjualan

Kamu pasti ingin ‘memenangkan’ sebanyak mungkin penjualan?

Sales sukses yang berkinerja tinggi dan kompetitif melihat penjualan bukan hanya pekerjaan, tetapi sebagai permainan. Itu sebabnya mereka menggunakan istilah ‘menang’ penjualan.

Sebuah studi 2003 oleh profesor pemasaran Balaji Krishnan dan rekan-rekannya menguji 182 tenaga penjualan dan menemukan bahwa daya saing menyebabkan tenaga penjualan termotivasi bekerja lebih keras dan berlomba untuk mengungguli rekan-rekan mereka.

9. Selalu optimis

Ketika kamu melihat gelas, apakah setengah kosong atau setengah penuh?

Kamu mungkin bertanya-tanya apa hubungannya jawaban untuk pertanyaan ini dengan penjualan. Seorang Psikolog Martin Seligman dan rekan-rekannya adalah yang pertama mempelajari optimisme dalam tenaga penjualan.

Lebih dari 30 tahun penelitian yang melibatkan lebih dari satu juta tenaga penjualan menegaskan bahwa optimisme adalah atribut yang berharga.

Penelitian mereka yang paling terkenal adalah pada tahun 1986 ketika Martin Seligman dan Peter Schulman menguji 14.000 pelamar di Metropolitan Life untuk optimisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimis secara konsisten lebih menjual dari pada sifat pesimis.

Ini bukan satu kali, karena mereka mengulangi hasilnya dalam studi tahun 1995 yang melibatkan tenaga penjualan di beberapa industri, termasuk produk kantor, real estate, perbankan, dan penjualan mobil. Mereka menemukan secara meyakinkan bahwa sales yang optimis menjual lebih banyak daripada sales yang bersifat pesimis antara 20 hingga 40%.

10. Introvert? Ekstrovert? Jadilah seorang ambivert

Nah mungkin kamu seorang introvert, kamu juga mungkin pernah mendengar bahwa ekstrovert kebanyakan menjadi tenaga penjualan terbaik.

Betul juga, tapi itu tidak sepenuhnya akurat karena tenaga penjualan terbaik tidak introvert atau ekstrovert. Mereka sebenarnya ambivert.

Apa itu ambivert?

Ambivert adalah seseorang yang memiliki kualitas introvert dan ekstrovert dan memantul di antara keduanya tanpa berkomitmen pada satu atau yang lain. Misalnya, seorang ambivert menikmati berada di sekitar orang lain, tetapi mereka juga menikmati waktu mereka sendiri.

Sebuah studi baru-baru ini terhadap 300 tenaga sales professional yang diterbitkan di Psychological Science membagikan temuan peneliti Adam Grant bahwa kualitas kepribadian introvert dan ekstrovert memiliki tempat dalam penjualan. Tetapi kunci yang diambil dari penelitian ini adalah bahwa rata-rata, sales yang ambivert menghasilkan 32% lebih banyak pendapatan dari tenaga penjualan yang ekstrovert.

Ambivert ini pada dasarnya hanya sebuah perumpamaan. Dalam artian sesungguhnya, sales sebaiknya dapat cepat beradaptasi di berbagai lingkungan yang didatanginya maupun berbagai karakter yang ditemui. Sales yang cepat untuk beradaptasi akan memudahkan mereka untuk melakukan presentasi penjualan.

11. Jadilah lebih closers, konsultan, atau pakar

Setiap orang memiliki pendekatan sendiri terhadap penjualan, tetapi apa yang kamu miliki?

Studi ilmiah telah mengidentifikasi delapan kategori pendekatan penjualan utama, termasuk pendongeng, fokus, narator, agresor, dan sosialisator.

Namun, sebuah studi terhadap 800 tenaga penjualan oleh peneliti Lynette Ryals dan Iain Davies menemukan bahwa tiga lainnya adalah yang paling sukses yaitu closers, consultants dan experts.

Studi ini menemukan bahwa para ahli secara alami berbakat dalam semua bidang penjualan, sementara konsultan cenderung fokus pada mendengarkan pembeli mereka dan memecahkan masalah, sementara closers adalah pembicara yang baik dalam mengonversi.

Apa yang mereka temukan adalah hanya 37% tenaga sales yang dianggap efektif dalam jangka panjang dan tiga tipe sales ini- closers, konsultan, dan pakar- kebanyakan termasuk dalam kategori sales sukses.

12. Menawarkan lebih dari satu opsi

Berapa banyak opsi yang kamu berikan kepada calon pembelimu?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, Daniel Mochon menemukan bahwa jumlah opsi produk memiliki pengaruh besar.

Salah satu eksperimen Daniel yang paling terkenal didasarkan pada konsumen yang diminta untuk membeli pemutar DVD. Ketika satu pemutar DVD ditampilkan, hanya 10% yang dibeli. Namun, ketika Daniel memperkenalkan pemutar DVD kedua, jumlah penjualan meningkat sebesar 66%!

Pembeli lebih cenderung melakukan pembelian jika mereka merasa yakin tentang keputusan mereka.

Salah satu cara untuk meminimalkan persepsi risiko otak adalah dengan menghadirkan lebih dari satu opsi sehingga mereka dapat memilih sendiri opsi “risiko terendah”.

13. Bertindaklah seperti pembeli

Pernah nggak memperhatikan bagaimana seorang calon pembeli bersikap dan merespons kamu?

Gerakan, ekspresi, dan postur seseorang yang kamu ajak bicara dapat secara signifikan meningkatkan persepsi mereka tentang kamu. Teknik ini dikenal sebagai mirroring.

Satu studi pada tahun 2009 melibatkan studi terhadap 60 orang yang ditugaskan untuk bernegosiasi. Dengan mencerminkan pidato dan postur pasangan mereka, mereka dapat mencapai kesepakatan 67% dari total waktu yang diberikan, sementara mereka yang tidak mencerminkan pasangan mereka hanya mampu mencapai kesepakatan 12,5% dari total waktu.

Studi lain pada tahun 2011 melibatkan lebih dari 100 pelanggan dan menemukan bahwa mereka membeli lebih banyak produk dan memiliki kesan yang lebih positif terhadap perusahaan ketika tenaga penjualan ritel diminta untuk mencerminkan perilaku pelanggan mereka.

Mencerminkan perilaku verbal dan nonverbal calon pembeli Kamu akan secara signifikan meningkatkan kesediaan mereka untuk setuju dengan kamu.

14. Percaya diri

Pernah nggak ragu akan kemampuan diri sendiri?

Setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu, tidak peduli seberapa sukses mereka atau apakah mereka laki-laki atau perempuan.

Sales Harus Percaya Diri

Faktanya, meragukan diri sendiri dan kemampuanmu adalah masalah umum terjadi. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah merenungkan bagaimana kamu telah berhasil di masa lalu.

Kemudian, katakan dengan lantang kepada diri sendiri bahwa keberhasilan yang kamu peroleh di masa lalu adalah bukti seberapa baik kamu akan melakukan di masa depan. Ini latihan sederhana, tetapi telah terbukti mengubah pikiran Kita menjadi lebih percaya diri dan semakin percaya diri serta menjadi lebih berkharisma.

15. Banyak tersenyum

Apakah calon pembeli memandang kamu sebagai seorang yang hangat dan mudah didekati?

Jika tidak, ada cara yang sangat mudah untuk meningkatkan ini. Lebih banyaklah tersenyum pada mereka.

Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bagaimana tersenyum terkait erat dengan persepsi kita tentang seberapa dekat seseorang itu. Robert Zajonic menganalisis apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda tersenyum, yang meliputi peningkatan aliran darah ke otak dan menurunkan suhu tubuh. Ini menghasilkan perasaan senang dan kepercayaan diri yang meningkat.

Yang terbaik dari semuanya, ketika Anda tersenyum pada seseorang, itu mengaktifkan otak orang yang Anda tuju, sehingga mereka lebih mungkin untuk membalas senyum Anda.

Tersenyum membuat Anda terlihat lebih hangat dan penelitian menunjukkan bahwa ketika orang menganggap Anda hangat, mereka lebih cenderung mempercayai Anda dan merangkul ide-ide Anda.

16. Bertindak seperti dokter

Apakah calon pembeli atau prospek mau terbuka dengan kamu?

Sebagai manusia, kita akan lebih senang berbicara dengan orang-orang yang mengajukan pertanyaan mendalam, kecenderungan orang dalam situasi tersebut akan lebih terbuka dan mau berbagi detail tentang diri kita sendiri.

Para peneliti di Harvard mempelajari apa yang terjadi di otak kita ketika kita membahas informasi tentang subjek favorit kita, yaitu diri kita sendiri.

Dalam hal penjualan, sales sukses lebih sering mengajukan pertanyaan mendalam kepada pembeli. Mereka menciptakan pengalaman pembelian yang lebih menyenangkan, sehingga membantu meningkatkan penjualan.

Rahasia Penunjang Teknik Penjualan Yang Efektif

Persaingan sangat kuat dalam industri penjualan, jadi kamu perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berhasil.

Kabar baiknya adalah bahwa masih banyak sales professional / tenaga penjualan yang masih mengandalkan metode dan teknik yang lebih konvensional untuk meningkatkan penjualan.

Nah, langkah terakhir adalah bonus bagi kamu, hampir semua sales sukses pasti mengetahuinya dan menggunakannya, yaitu dengan memanfaatkan teknologi dengan menggunakan software CRM. Software CRM membantu pekerjaanmu lebih praktis untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang prospekmu. Sehingga kamu bisa merencanakan strategi yang tepat untuk setiap prospekmu.

Barantum CRM Canvassing Terbaik di Indonesia

Rekomendasi Artikel

    1. Jenis Komplain Pelanggan dan Cara Mengatasinya
    2. Contoh Penerapan CRM Dalam Sebuah Perusahaan
    3. Begini Peran Penting CRM Dalam Sebuah Perusahaan
    4. 7 Rekomendasi Aplikasi Sales Lapangan Terbaik Untuk Bisnis
    5. Implementasi CRM: Pengertian dan Proses Penerapannya

Daftar Untuk Uji Coba Gratis!


0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments